ADAB PENUNTUT ILMU KEPADA GURUNYA (Bagian 3)

Ditulis Oleh: Suyudi Mokoginta

بسم الله الرحمن الرحيم

APA ITU ADAB?

Sudah kita bahas sebelumnya bahwa adab memiliki kedudukan yang tinggi dalam Agama Islam, dan juga pentingnya adab kita sebagai penuntut ilmu kepada Guru-guru kita. Dan nanti -insyaaAllah- akan segera kita ketahui secara rinci bagaimana adab-adab kita bersama Guru/Ustadz yang mengajarkan ilmu syar’i kepada kita.

Namun, sebelum kita membahas bagaimana adab kepada Guru kita secara rinci, terlebih dahulu mari kita fahami dengan baik, apa yang dimaksud dengan adab itu sendiri.

Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar -رحمه الله- berkata dalam kitab Fathul baari, (sebagaimana yang dinukil oleh Syaikh ‘Aidh bin Muqbil Ar-robi’iy -حفظه الله-) : “Dan adab itu adalah berperilaku yang terpuji baik perkataan dan/atau perbuatan. Dan sebagian ulama mengungkapkan dengan makna: “Memiliki akhlak-akhlak yang mulia”. Ada juga yang mengatakan maknanya adalah: “Senantiasa bersama hal-hal yang baik”. Dan ada juga yang memaknai: “Adab itu adalah engkau memuliakan yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih muda”. (Lihat: Adabut Tholib ma’a syaikhihi halaman: 5, karya Asy-Syaikh ‘Aidh bin Muqbil Ar-robi’iy).

Demikian penjelasan para ulama tentang makna adab, yang dibawakan oleh Imam Ibnu Hajar -رحمه الله-. Dan kalau kita perhatikan semua makna di atas mengarah pada satu kesimpulan bahwa Adab itu adalah bagaimana kita berbuat baik, menahan perkataan dan perbuatan yang menyakitkan hati orang lain, dan bersabar menahan diri ketika mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan.

Demikian pula adab kita kepada Ustadz/Guru kita. Bagaimana kita berbuat baik kepada mereka, menahan perbuatan maupun perkataan yang akan menyakitkan hati Guru kita, dan bersabar atas kekurangan atau bahkan mungkin perlakuan yang kurang mengenakkan dari seorang Guru. Karena sebagai manusia, mereka juga pasti tidak luput dari kekeliruan.

Jika mereka yang berilmu bisa keliru, bagaimana dengan kita yang masih sangat membutuhkan ilmu dari mereka?! Sebagaimana kita juga ingin dimaafkan dan dimaklumi, maka seorang Guru, lebih-lebih lagi harus kita maafkan dan kita maklumi, agar tidak terputus dari manfaat ilmu mereka.

Wallahu ‘alam.

|Akhukum Suyudi Mokoginta, Dimurojaah Oleh Abu Uwais Musaddad.
|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Sabtu 1 Shofar 1442 H/19 September 2020 M.

www.minhajussunnah.or.id

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: