ADAB PENUNTUT ILMU KEPADA GURUNYA (Bagian 4)

Ditulis Oleh: Suyudi Mokoginta

بسم الله الرحمن الرحيم

ALLAH MENGANGKAT KEDUDUKAN AHLI ILMU

Di dalam Al-Quran maupun Hadits terdapat banyak penjelasan mengenai mulianya kedudukan orang-orang berilmu disisi Allah -تعالى-.

Seperti Firman Allah -عز وجل- :

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: “Allah mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)

Juga dalam sebuah hadits Nabi -صلى الله عليه وسلم- bersabda :

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak”. (HR. Abu Daud dan lainnya, dari Sahabat Abu Darda -رضي الله عنه- dan dishahihkan oleh Syaikh Albaniy)

Tidaklah Allah memuji suatu kaum, melainkan karena ada proses yang berat yang telah mereka lalui, dalam menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Seperti Allah memuji para Nabi dan Rasul, semua itu tidak lain karena besarnya perjuangan dan pengorbanan mereka. Ada yang diusir, bahkan dibunuh. Seperti pujian Allah pada para Sahabat Nabi, tidak lain juga karena perjuangan dan pengorbanan mereka lebih besar dari yang lainnya dalam menegakkan Agama-Nya.

Demikian juga pujian dan pemuliaan Allah kepada orang-orang berilmu. Semua itu tak lain karena beratnya jalan menuntut ilmu yang telah mereka lalui.

Cukuplah keadaan kita sebagai buktinya. Dimana kita merasakan beratnya menuntut ilmu, beratnya mempelajari Bahasa Arab, beratnya menghafal, semua itu sudah dilalui oleh Guru-guru kita tercinta. Semua itu bukti nyata beratnya perjuangan mereka.

Janganlah kita berpemikiran bahwa hal itu wajar karena mereka memang mondok/kuliah di bidang keagamaan sedangkan saya tidak, janganlah sekali-kali, karena bukankah kita semua mendapat ujian dan cobaan yang proporsional dari Allah? Bisa jadi jalan yang ditempuh orang lain menurut kita mudah, padahal kita tidak pernah tahu cobaan dan ujian yang ditanggungnya selama menempuh jalan tersebut.

Intinya, kita semua telah mendapat cobaan dan ujian yang berat dan ringannya, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, dari Allah yang Maha Adil dan Bijaksana. Lalu Allah meninggikan derajat sebagian dari kita juga berdasarkan keadilan dan kebijaksanaan-Nya -عز وجل-

Kewajiban kita adalah bagaimana kita juga memuliakan mereka, sebagaimana Allah memuliakan mereka. Bagaimana kita menghormati, menghargai dan berterimakasih atas jasa-jasa mereka dalam mengajarkan ilmu kepada kita. Karena ketahuilah bahwa mendakwahkan dan mengajarkan ilmu itu lebih berat lagi ujian dan cobaannya, dibandingkan mempelajarinya.

Oleh karenanya Asy-Syaikh ‘Aidh bin Muqbil Ar-Robi’iy -حفظه الله- setelah membawakan beberapa ayat dan hadits tentang keutamaan ahli ilmu, Beliau berkata :

فينبغي تعظيم من عظمه الله ورسوله، خصوصا الطالب مع شيخه

Artinya: “Maka wajib memuliakan siapa saja yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya, lebih khusus lagi Penuntut ilmu ketika bersama Gurunya”. (Lihat: Adabut Tholib Ma’a Syaikhihi halaman: 11, karya Asy-Syaikh ‘Aidh bin Muqbil Ar-robi’iy).

Wallahul muwaffiq.

|Akhukum Suyudi Mokoginta, Dimurojaah Oleh Abu Uwais Musaddad.

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Jum`at 7 Shofar 1442 H/25 September 2020 M.

www.minhajussunnah.or.id

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: