ADAB PENUNTUT ILMU KEPADA GURUNYA (Bagian 5)

Ditulis Oleh: Suyudi Mokoginta

بسم الله الرحمن الرحيم

BERLEMAH-LEMBUT KEPADA GURU, DAN MENAMPAKKAN SIKAP “BUTUH” TERHADAP PENGAJARANNYA.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَالَ لَهٗ مُوْسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰۤى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Artinya: “Musa berkata kepadanya : “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”. (QS. Al-Kahf 18: Ayat 66).

Syaikh ‘Aidh bin Muqbil Ar-Robi’iy -حفظه الله- berkata : “Dan ini merupakan adab yang tinggi, cara berbicara yang lembut dari Nabi Musa -عليه السلام- kepada Khodhir -عليه السلام- walaupun Nabi Musa -عليه السلام- lebih utama kedudukannya daripada Khodhir -عليه السلام- namun begitulah adanya adab seorang penuntut ilmu kepada Gurunya”.

Berkenaan dengan ayat di atas, Syaikh As-sa’diy -رحمه الله- berkata : “Nabi Musa telah mengeluarkan perkataan dalam konteks yang lembut dan konteks musyawarah, yaitu “Apakah engkau mengizinkanku atau tidak? “. Dan Nabi Musa juga mengakui bahwa Beliau ingin belajar darinya, tidak seperti keadaan orang-orang yang kurang adab lagi sombong, mereka tidak mau menampakkan kefaqiran mereka terhadap ilmu Guru mereka, bahkan mereka menyerukan bahwa merekalah yang telah membantu guru mereka, bahkan kebanyakan mereka menyangka bahwa dialah yang mengajari Gurunya, padahal ia sangat-sangat bodoh. Maka merendahkan diri pada Guru, dan menampakkan hajat terhadap pengajarannya, merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi seorang pelajar. ” (Lihat: Adabut Tholib ma’a syaikhihi halaman: 12, karya Asy-Syaikh ‘Aidh bin Muqbil Ar-robi’iy).

Kawan-kawan pelajar yang semoga dimuliakan Allah!
Yang perlu kita tanamkan pertama kali pada diri kita semua adalah bahwa Guru/Ustadz kita, kedudukan mereka bukan seperti teman kita. Maka memperlakukannya pun berbeda dengan yang lainnya.

Maka sebagai penuntut ilmu, kita harus memiliki sifat lemah lembut ketika bersama Guru/Ustadz, tidak berbuat atau berbicara kasar, mengangkat suara dihadapannya dengan nada tinggi, atau bahkan membentak, ini tidak layak bagi seorang pelajar.

Sikap lemah lembut ini akan terlihat ketika berbicara, terutama ketika bertanya. Seorang yang bertanya karena ingin mengetes gurunya, dan yang bertanya karena ingin tahu akan terasa berbeda.

Dan juga, kita harus menampakkan sikap butuh terhadap pengajaran, sikap haus akan ilmu, sikap antusias menyambut ilmu yang akan disampaikan.

Dan sikap ini akan nampak, ketika seorang penuntut ilmu, menghadiri majlis ilmu dengan istiqomah, tidak sering terlambat, mencari tempat duduk paling depan, membawa catatan, tidak berbicara ketika pelajaran dimulai, menyimak dengan seksama dan berusaha memahami dan mengamalkan pelajaran yang disampaikan.

Kebalikannya, ketika hadir saja jarang, kalau pun hadir mesti terlambat, duduk pun paling belakang biar bisa sambil bersandar (kecuali yang sudah tua tak mengapa), masih berbincang walaupun Ustadz sudah datang, tidak membawa catatan (kecuali buta huruf), sambil memainkan handphone. Kalau sudah demikian, pastilah tidak bisa menyimak dengan seksama, bagaimana memahami dengan benar dan mengamalkannya?! Sungguh sebuah kerugian besar bagi diri kita sendiri. Kita Berlindung kepada Allah.

Yang paling berat adalah, ketika Guru statusnya dibawa kita, baik usianya masih muda, hartanya yang tidak seberapa, dll, terkadang keadaan seperti ini tanpa disadari membawa sifat meremehkan didalam hati, yang kemudian nampak dari perbuatan dan ucapan. Namun, marilah kita mencontoh sikap Nabi Musa di atas, kedudukannya yang tinggi tidak menghalangi beliau dari adab yang mulia lagi terpuji terhadap orang yang ingin diambil ilmunya. Bagaimana dengan kita yang tak berkedudukan?

Wallahul Muwaffiq.

|Akhukum Suyudi Mokoginta, Dimurojaah Oleh Abu Uwais Musaddad.

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Rabu, 12 Shofar 1442 H/ 30 September 2020 M.

www.minhajussunnah.or.id

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: