ADAB PENUNTUT ILMU KEPADA GURUNYA (Bagian 8)

Ditulis Oleh: Suyudi Mokoginta

بسم الله الرحمن الرحيم

PENUNTUT ILMU YANG BAIK, AKAN MENEMPATKAN GURUNYA SEPERTI KEDUDUKAN ORANGTUANYA BAHKAN LEBIH.

Nabi -صلى الله عليه وسلم- Gurunya para Sahabat -رضي الله عنهم- pernah bersabda:

“انما انا لكم بمنزلة الوالد أعلمكم… “

“Sesungguhnya Aku bagi kalian, seperti kedudukan orangtua, Aku memberi pengajaran pada kalian… ” (Hr. Abu Daud dan selainnya dari Abu Hurairah)

Beginilah seyogyanya kita memandang Guru kita, Nabi dan para Sahabat telah mencontohkannya.

Mengapa demikian?

Syaikh As-Sa’diy -رحمه الله- berkata (dalam Al-Fatawa As-Sa’diyah : 626): “Tidak dapat dibandingkan sama sekali antara manfaat yang diberikan oleh orangtua dan manfaat yang diberikan oleh seorang Guru. Guru yang mendidik manusia mulai dari ilmu yang kecil sebelum yang besar. Mereka meluangkan waktu-waktu berharga dan kejernihan pikiran mereka demi memahamkan para pencari petunjuk, dengan segala metode dan wasilah yang meraka kuasai”. (Lihat: Adabut Tholib ma’a syaikhihi halaman: 18, karya Asy-Syaikh ‘Aidh bin Muqbil Ar-robi’iy).

Imam An-Nawawi -رحمه الله- berkata:

(الشيوخ في العلم آباء في الدين، ووصلة بينه وبين رب العالمين)

“Para Guru dalam hal ilmu, mereka adalah orangtua dalam Agama, dan wasilah antara seorang dan Tuhan semesta Alam… “. (Mawahibul Jalil 8:1 sumber : http://www.saaid.net/mktarat/alalm/83.htm)

Maka sebagaimana adab dan akhlak kita pada orangtua, demikian pula perlakuan kita pada Guru kita, bahkan lebih.

Sebagaimana berkata “ah” saja, pada orangtua dilarang, demikian juga pada Guru kita. Sebagaimana tidak sopan jika kita memanggil orangtua kita dengan Namanya, maka demikian pula pada Guru kita, hendaknya kita memanggil dengan panggilan yang penuh penghormatan dan pemuliaan, Syaikh, Guru atau minimal Ustadz.

Semoga kita semua menjadi Pelajar Ilmu Syar’i yang ikhlas dan istiqomah, serta semakin beradab dan berakhlak yang baik kepada Guru-guru kita, karena dengan demikianlah keberkahan ilmu akan kita peroleh -insyaAllah-. Amin.

Wallahul muwaffiq

|Akhukum Suyudi Mokoginta, Dimurojaah Oleh Abu Uwais Musaddad.
|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Kamis, 4 Robiul Awal 1442 H/22 Oktober 2020 M.

www.minhajussunnah.or.id

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: