CONTOH TIDAK MENDAPAT MANFAAT ILMU

Ditulis Oleh: Suyudi Mokoginta

بسم الله الرحمن الرحيم

Orang-orang munafik pada zaman Nabi -صلى الله عليه وسلم- merupakan di antara contoh orang-orang yang tidak mendapat manfaat ilmu, dikarenakan kurang beradab kepada Guru. Mereka bersama Guru terbaik, namun bersamaan dengan itu, mereka tidak mendapat manfaat dari ilmu-ilmu berupa wahyu yang disampaikan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم.

Keadaan mereka seperti yang difirmankan Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- :

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُ اِلَيْكَ ۚ حَتّٰۤى اِذَا خَرَجُوْا مِنْ عِنْدِكَ قَا لُوْا لِلَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ مَا ذَا قَا لَ اٰنِفًا ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ طَبَعَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَ اتَّبَعُوْۤا اَهْوَآءَهُمْ

“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad), tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu (sahabat-sahabat Nabi), Apakah yang dikatakannya tadi? Mereka itulah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah, dan mengikuti keinginannya.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 16)

Pertanyaan mereka di atas merupakan bentuk ejekkan kepada Nabi, dan tidak diragukan lagi, ini merupakan bentuk perbuatan yang kurang beradab. Bagaimana mungkin seorang Guru diejek?

Sehingga Allah mengunci hati mereka dengan sebab itu, yang dengan demikian, sudah pasti mereka tidak mendapat manfaat dari ilmu yang disampaikan oleh Nabi -صلى الله عليه وسلم-.

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy -رحمه الله- berkata menafsirkan ayat ini : “Dan diantara orang-orang munafik itu di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad), akan tetapi bukan untuk diterima dan dipatuhi, akan tetapi dalam keadaan hati mereka berpaling.

Maka dari pada itu Allah berfirman : “…tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu (sahabat-sahabat Nabi)…” -dalam rangka meminta penjelasan dari apa yang engkau katakan, dan apa yang mereka dengar, dari apa-apa yang sebenarnya mereka tidak inginkan- : “…apakah yang dikatakannya tadi?”

Dan yang demikian merupakan puncak celaan kepada mereka. Karena sesungguhnya seandainya mereka bersemangat untuk mendapatkan kebaikan (manfaat) pastilah mereka akan memfokuskan pendengaran mereka kepadanya (Nabi), dan dan hati mereka pasti memahami dan anggota badan mereka pasti tunduk patuh kepadanya. Akan tetapi keadaan mereka kebalikan dari ini.

Maka daripada itu selanjutnya Allah berfirman : “…Mereka itulah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah…” Yaitu menutup hati dan menutup pintu-pintu kebaikan yang akan masuk kedalamnya, disebabkan mereka mengikuti hawa nafsuh mereka…”.

Demikian penjelasan Syaikh As-Sa’diy -رحمه الله-.

Wallahu’alam.

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Rabu 28 Al-Muharram 1442 H/16 September 2020 M.

www.minhajussunnah.or.id

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: