HORMATILAH SUAMIMU!!!

HORMATILAH SUAMIMU!!!

Oleh: Abu Hamzah Hamid

Pertanyaan : Apa hukum seorang wanita memanggil suaminya dengan namanya?

Jawab: Di dalam kitab (addurroh al-mukhtar) disebutkan: “makruh bagi seorang istri memanggil suaminya dengan namanya”.

Ibnu `Aabidin -rahimahullah berkata-: “Hendaknya dengan lafaz panggilan yang mengandung penghormatan seperti ya sayyidii (wahai tuanku) dan yang semisalnya”.

Dari `Utsman bin Atho’ dari bapaknya ia berkata: Istri Sa’id bin al-musayyib berkata: “kami tidaklah berbicara kepada suami kami kecuali sebagaimana kalian berbicara kepada para pemimpin kalian, semoga Allah memperbaiki kamu dan mengampunimu “.

Dan Ummu Ad-Darda’ apabila meriwayatkan hadits dari suaminya yaitu Abu Ad-Darda’ – radhiyallahu anhu -, ia berkata :Sayyidi (tuanku) telah berkata kepadaku.

Sebagaimana termaktub didalam kitab shahih muslim dari jalan Tholhah bin Ubaidillah bin Kariz, ia berkata : Ummu Ad-darda’ telah bercerita kepadaku, ia berkata : tuanku telah bercerita kepadaku, ia berkata: sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wassalam- bersabda: barangsiapa mendoakan saudaranya dengan tanpa diketahui olehnya, maka malaikat akan berkata: aamiin, dan untukmu juga”.

Al-Imam An-Nawawi di dalam kitab syarah shahih muslim berkata tentang lafadz “Ummu Ad-darda’ telah bercerita kepadaku, ia berkata : tuanku telah bercerita kepadaku” maksudnya adalah suaminya yaitu Abu Ad-Darda’. Di dalam hadits tersebut terdapat faidah: Bolehnya seorang istri memanggil suaminya dengan sebutan “tuanku” dan bahkan dianjurkan sekali untuk menghormatinya.

Semoga Allah merahmati para wanita terdahulu dan memberikan kebaikan kepada mereka.

السؤال:
ما حكم أن تدعو المرأة زوجها باسمه؟

الإجابة:
جاء في كتاب : “الدر المختار” عند الأحناف قوله:
(وَيُكْرَهُ أَنْ تَدْعُوَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا بِاسْمِهِ) اهـ.

قال ابن عابدين – رحمه الله تعالى – في “الحاشية”:
(لَابُدَّ مِنْ لَفْظٍ يُفِيدُ التَّعْظِيمَ كَـ يَا سَيِّدِي وَنَحْوِهِ) اهـ.

وعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَتِ امْرَأَةُ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ: “مَا كُنَّا نُكَلِّمُ أَزْوَاجَنَا إِلَّا كَمَا تُكَلِّمُوا أُمَرَاءَكُمْ: أَصْلَحَكَ اللهُ، عَافَاكَ اللهُ “.

وكانت أم الدرداء الجهمية الوصابية إذا روت الحديث عن زوجها أبي الدرداء رضي الله عنه قالت: حدثني سيدي …

كما في صحيح مسلم من طريق طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ كَرِيزٍ، قَالَ: حَدَّثَتْنِي أُمُّ الدَّرْدَاءِ، قَالَتْ: حَدَّثَنِي سَيِّدِي أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “مَنْ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلٍ”.
قال النووي في شرح صحيح مسلم: قوله: (حدثتني أم الدرداء، قالت: حدثني سيدي): تعني زوجها أبا الدرداء، ففيه جواز تسمية المرأة زوجها سيدها وتوقيره. اهـ.

فرحم الله النساء الأُوَل، وأخلف على الأمة خيراً.

📲 ارسلها لزوجتك عسى الله يصلحها وتناديك : يا سيدي

Sumber : Group WA Syeikh Walid Sayfu An-Nashr -hafidzahullah-

|Pamulang, Jawa Barat. Senin 08 Rajab 1439 H/26 Maret 2018 M.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: