MAMPU BERSYUKUR ADALAH TAUFIQ DARI ALLAH YANG MESTI DISYUKURI

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Seseorang yang sudah bersyukur atas nikmat Allah bukan berarti urusannya telah selesai sampai di situ lunaslah tanggungannya, bahkan ia mesti bersyukur lagi karena telah dimudahkan untuk mensyukuri nikmat Allah, dan terus seperti itu. Karena sikap syukur seseorang atas nikmat Allah adalah disebabkan taufiq (ilham) dari-Nya yang juga mesti disyukuri lagi. Allah berfirman tentang doa Nabi Sulaiman:

…..وَقَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ….. ١٩

Artinya: “…..Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku …..”. (Surat An-Naml: 19).

Mampu bersyukur bukanlah semata-mata kehebatan makhluk (manusia), namun karena Allah yang mengilhamkan atau memudahkan atau memberinya taufiq untuk bisa bersyukur.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi bagian dari mereka yang banyak bersyukur.

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Selasa 10 Syawal 1441 H/ 02 Juni 2020 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1296).

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: