MEMBERIKAN PENGAJARAN KEPADA KELUARGA TERDEKAT

MEMBERIKAN PENGAJARAN KEPADA KELUARGA TERDEKAT

Keluarga terdekekat memiliki hak lebih di banding orang lain dalam hal mendapatkan pengajaran, dalam hal perhatian terhadap perkara-perkara keagamaan.

Misalnya saja dalam hal sholat, mereka punya hak lebih untuk diingatkan agar senantiasa menjaganya, memeliharanya, mengingat waktunya, serta tidak meninggalkannya.
Allah -subhanahu wata’ala- berfirman kepada Nabi-Nya -shallallahu ‘alaihi wasallam-:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam menegakkannya”. (surat Thaha: 132).

Allah juga berfirman (artinya): “Berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang terdekat.” (surat Asy-Syu`ara: 214).

Tentunya pengajaran itu tidak hanya dalam perkara sholat saja, namun dalam perkara yang lain, tetap mesti ada amar ma`ruf dan nahi munkar. Bila keduanya sudah tidak ada, niscaya keseimbangan hidup yang hakiki sulit diraih.

Malik Ibnul Huwairits radhiyallahu ‘anhu mengabarkan: “Kami mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ketika itu kami adalah anak-anak muda yang sebaya. Lalu kami tinggal bersama beliau di kota Madinah selama sepuluh malam. Kami mendapati beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- adalah seorang yang penyayang lagi lembut. Ketika sepuluh malam hampir berlalu, beliau menduga kami telah merindukan keluarga kami karena sekian lama berpisah dengan mereka. Beliau pun bertanya tentang keluarga kami, maka cerita tentang mereka pun meluncur dari lisan kami. Setelahnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Kembalilah kalian kepada keluarga kalian, tinggallah di tengah mereka dan AJARI MEREKA, serta perintahkanlah mereka.” (riwayat Bukhari no. 628 dan Muslim no. 674).

Ingat!!!
Rumah anda bukan pasar, yang di dalamnya bebas kerasnya teriakan dan main-main bahkan penuh kecurangan dan kepalsuan.

Rumah anda bukan panggung hiburan yang di dalamnya tidak ada ketenangan hati, namun hanya kenikmatan nafsu sesaat lalu lenyap.

Rumah anda adalah nikmat dari Allah, yang telah menjadikan rumah sebagai tempat yang cocok untuk dihuni. Makan gunakan sebaik-baiknya untuk memberikan pelajaran kepada keluarga.

Paling tidak, kalaulah seorang suami tidak bisa mengajari keluarganya, baik mungkin karena kesibukannya atau keterbatasan ilmunya, maka ia mencarikan pengajar agama untuk anak istrinya, atau mengajak istrinya ke majelis taklim, ATAU menyediakan buku-buku agama, kaset-kaset ceramah/ taklim sesuai dengan kemampuannya, dan menganjurkan keluarganya untuk membaca atau mendengarkannya.

Wallahu A`lam.

|Abu Uwais Musaddad
|Kotaraya. Sulawesi Tengah. Jum`at 25 Rabii`ul Awwal 1436 H. /16-01-2015 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 0857).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: