MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN TANDA TERWUJUDNYA DALAM DIRI SEORANG HAMBA

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN TANDA TERWUJUDNYA DALAM DIRI SEORANG HAMBA

Ditulis oleh: Abdul Aziz bin Ahmad (Pengajar Di Ponpes Minhajus Sunnah, Bogor)

[1]- Makna syahadat LAA ILAAHA ILLALLAH:

“Makna Laa ilaaha illallah adalah: tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah”.

[Al-Ushuul Ats-Tsalaatsah, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah (hlm. 50 -Haasyiah Tsalaatsatul Ushuul)].

[2]- Makna syahadat MUHAMMAD RASULULLAH:

“Makna syahadat muhammad Rasulullah adalah: mentaati apa yang beliau perintahkan, membenarkan apa yang beliau kabarkan, menjauhi apa yang beliau larang, dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan cara yang beliau syari’atkan”. [Al-Ushuul Ast-Tsalaatsah, (hlm. 57 -Haasyiah Tsalaatsatul Ushuul)].

[3]- Tanda terwujudnya Dua kalimat Syahadat dalam diri seorang hamba.

Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Barang siapa yang telah terwujud makna Laa ilaaha illallah di dalam hatinya, maka tandanya adalah: dia tidak menghambakan hati kepada selain Allah, baik berupa kecintaan, harapan, rasa takut, tawakkal, mengharapkan pertolongan, ketundukan, taubat, permohonan, (dan seterusnya).

Dan tanda terwujudnya makna Muhammad Rasulullah adalah: dia tidak beribadah kepada Allah selain dengan cara yang telah Dia syari’atkan melalui lisan (Nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam”. [“Tahqiiq Kalimatil Ikhlaash”. Dinukil dari: “Miftaahul Jannah Laa ilaaha illallah” (hlm. 69-70) karya Syaikh Muhammad bin Sulthan Al-Ma’shuumi rahimahullah. Tahqiq Syaikh Ali Hasan hafizhahullah].

|Bogor, Jawa Barat. Senin 01 Rajab 1439 H/19 Maret 2018 M.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: