IBNU ABBAS VS KHAWARIJ

IBNU ABBAS VS KHAWARIJ

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas –hafidzahullah- menulis:

Ibnu Abbas –radliyalahu`anhu- pernah berkata kepada kaum Khawarij ketika mengajak mereka berdialog:

جِئْتُكُمْ مِنْ عِنْدِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَيْسَ فِيكُمْ مِنْهُمْ أَحَدٌ ، وَمِنْ عِنْدِ ابْنِ عَمِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِمْ نَزَلَ الْقُرْآنُ ، وَهُمْ أَعْلَمُ بِتَأْوِيلِهِ

Artinya: “Aku datang dari pihak para Shahabat Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam-, sedang tidak ada seorang pun dari mereka di tengah-tengah kalian, dan aku datang dari pihak anak paman (sepupu) Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- (yaitu Ali bin Abi Thalib), kepada merekalah Al-Qur’an diturunkan, dan mereka adalah orang yang PALING MENGETAHUI TAFSIRNYA”. (Hasan: HR. `Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf no. 18678, Ahmad [I/342], Abu Dawud no. 4037, Ath-Thabrani dalam Al-Mu`jamul Kabir no. 10598 dan Al-Hakim [II/150], hadits ini dishahihkan oleh Asy-Syaikh Ahmad Muhammad Syakir dalam Musnad Imam Ahmad no. 3184).

Perkataan yang agung ini memiliki beberapa faedah, di antaranya:

1. Penjelasan bahwa tidak ada seorang Shahabat pun yang bersama ahli bid`ah.

2. Bahwa setiap firqah, atau golongan, atau madzhab (yang menyimpang) tidak ada seorang Shahabat pun di dalamnya –atau madzhab dan jalan yang ditempuh para Shahabat dalam beragama- sehingga mereka berkumpul di atas kesesatan dan mendirikannya untuk perbuatan bid`ah.

3. Bahwa berpihak kepada para Shahabat –maksudnya kepada madzhab mereka- dan berpegang teguh pada jalan mereka merupakan kemenangan yang sesungguhnya dan sebagai pokok dari keselamatan.

4. Setiap orang harus berhujjah dengan pemahaman para Shahabat, dan tidak boleh dengan kebalikannya.

5. Shahabat adalah orang yang paling mengetahui tafsir Al-Qur’an karena mereka menyaksikan diturukannya, melihat kejadian-kejadiannya sehingga pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an lebih didahulukan dari pada orang selain mereka.

6. Sesungguhnya ahlu bid`ah mereka adalah orang-orang yang menyempal dari jama`ah yang benar, dan mereka adalah orang yang memisahkan diri dari manusia. (Lihat Al-Mukhtasharul Hatsits hlm. 64-65).

(Disalin Dari Buku MULIA DENGAN MANHAJ SALAF, halaman 135-136. Karya Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas –hafidzahullah-).

|Abu Uwais Musaddad
|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Ahad 09 Shafar H/29 Oktober 2017 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1166).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: