APAKAH SUJUD TERAKHIR MERUPAKAN WAKTU TERKABULNYA DO`A?

Tanya:
Apakah Sujud Terakhir Merupakan Waktu Terkabulnya Do`a?

Hamba Allah –Di Supilopong Sulawesi Tengah

Jawab:
Allah –subhanahu wa ta`ala- memberikan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya untuk berdoa kepada Allah kapan saja dan akan dikabulkan oleh-Nya, tentu dengan syarat-syarat tertentu. Allah -subhanahu wa ta’ala- berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Dan Rabb-mu berfirman: “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Surat Al-Mu`min : 60).

Allah juga berfirman dalam ayat yang lain:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Surat Al-Baqarah: 186).

Di antara salah satu waktu-waktu yang mustajab atau waktu yang kemungkinan besar seorang hamba doanya akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah adalah di waktu sujud, sebagaimana Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya: Sesungguhnya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika dalam keadaan dia sujud, maka perbanyaklah doa”. (Riwayat Muslim no. 482).

Dari hadits ini kita mendapatkan faidah bahwa saat sujud memang adalah merupakan waktu-waktu terkabulnya doa, namun bukan berarti di waktu sujud terakhir saja, bahkan di seluruh sujud kita, mulai rakaat pertama sampai terakhir, sedangkan mengkhususkan berdoa di sujud terakhir saja dengan memperpanjang sujud terakhir sampai lebih lama dibanding sujud-sujud sebelumnya bukan lah termasuk amalan yang sesuai petunjuk nabi. Karena Dalam sebuah hadis dari Barra bin Azib -radhiallahu ‘anhu-, Barra menceritakan bahwa:

كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرُكُوعُهُ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَسُجُودُهُ وَمَا بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ قَرِيبًا مِنْ السَّوَاءِ

Artinya: “Salatnya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- antara rukuknya, i’tidalnya, sujudnya, duduk diantara dua sujud, lamanya hampir sama.” (Riwayat Bukhari no. 792 dan Muslim no. 471).

Allahu A`lam.

Dijawab oleh Abu Uwais Musaddad (Dewan Pembina Minhajussunnah.or.id dan pengasuh Ponpes Minhajussunnah Kotaraya – Palu – Sulawesi Tengah)

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Senin 17 Shafar 1439 H/06 Nopember 2017 M.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: