BAGAI REMBULAN DI MALAM PURNAMA

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Orang yang berilmu, ia bagaikan rembulan purnama, bukan sabit atau setengah lingkarannya. Sedangkan ahli ibadah yang minim ilmu bagaikan bintang-bintang. Cahaya rembulan purnama tentu lebih luas dibanding kerlip bintang, bahkan di malam purnama bias cahaya rembulan sampai di bumi yang kita pijak ini. Begitu luasnya efek kebaikan orang yang berilmu syar`i.

Adapun ahli ibadah yang tidak berilmu, ia bagaikan bintang-bintang, memang memiliki cahaya, namun hanya nenyinari sekitarannya saja. Maka betapa luasnya keberkahan dan kebaikan yang disebabkan oleh ahli ilmu, bahkan binatang pun merasakan manfaat dari keberadaan ahli ilmu.

Misalnya, dengan dekat ahli ilmu maka binatang akan hidup dengan pemenuhan fasilitas tanpa kedzaliman, diberi makan, diberi minum, dicarikan pasangan, bahkan dijauhkan dari terik matahari dan hujan, jika disembelih maka akan disembelih dengan baik, yakni diistirahatkan dengan lembut, disembelih dengan pisau yang tajam sehingga tidak tersiksa, dihadapkan kiblat, itu karena ahli ilmu mengamalkan hadits:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْح وَ ليُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya”. (Riwayat Muslim no. 1955).

Hal ini berdasarkan sabda Nabi -shallallahu `alaihinwa sallam-:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْـجَنَّةِ وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِـمِ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ حَتَّى الْـحِيْتَانُ فِى الْـمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِـمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ. إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ لَـمْ يَرِثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang `alim akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian warisan yang paling banyak”. (Riwayat Ahmad [V/196], Abu Dawud no. 3641, At-Tirmidzi no. 2682, Ibnu Majah no. 223, lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda` -radhiyallaahu `anhu-).

|Kotaraya, Senin 30 Jumaadal Aakhirah 14414 / 24 Februari 2020 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No.1279).

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/FacebookWhatsAppCopy LinkTwitterGmailShare

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: