BULAN SYA`BAN, BULAN DIANGKATNYA AMAL

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

BULAN SYA`BAN, BULAN DIANGKATNYA AMAL

Allah berhak memilih waktu tertentu untuk menjadi lebih utama dari yang lain, sebagaimana Allah berhak memilih tempat tertentu untuk menjadi lebih utama dari yang lain, sebagaimana pula Allah berhak untuk memilih orang tertentu untuk menjadi lebih utama dari yang lain.
Allah berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)”. (Surat Al-Qhashash: 68).

Allah memilih bulan Sya`ban sebagai salah satu dari waktu-waktu diangkatnya amal. Tentu ini adalah waktu yang mulia, karena tidak setiap saat Allah jadikan sebagai waktu disetorkannya amalan, hanya ada empat waktu saja, yaitu: Waktu Shubuh dan `Ashar, waktu hari Senin dan Kamis, waktu bulan Sya`ban, dan waktu setelah ruh manusia dicabut. Penjelasannya saya luaskan dalam tulisan saya http://minhajussunnah.or.id/…/empat-saat-masa-di-waktu-ter…/

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid -radhiallahu `anhuma- ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ ؟!! قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Wahai Rasulullah! saya tidak melihat engkau berpuasa di berbagai bulan sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?. Beliau menjawab: Ini adalah bulan yang banyak disepelekan manusia, bulan ini terletak antara Rajab dan Ramadhan. Yaitu bulan diangkatnya amalan-amalan kepada Tuhan seluruh alam. Dan saya senang ketika amalanku di angkat dalam kondisi aku sedang berpuasa”. (Riwayat An-Nasa’I no. 2357).

Amal kita setahun penuh diangkat oleh Allah, jika kita mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan tidak dengan baik, maka mestinya tahu dirilah saat menyerahkan setoran, jangan banyak cengengas-cengengas sok baik, tawadhu`lah dan merasa malu atas segala kelemahan catatan amal kita.

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Kamis 15 Sya`ban 1441 H/ 09 April 2020 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1289).

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000 (MUKHLISIN) /085361615000 (ADMIN)

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: