KITA HIDUP DI ANTARA GELIMPANGAN MAYAT YANG TERKUBUR

KITA HIDUP DI ANTARA GELIMPANGAN MAYAT YANG TERKUBUR

Sesekali berangkatlah ke kuburan, ajak istri atau ziarahlah sendiri!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

Artinya: “(Dulu) aku melarang kalian ziarah kubur. Sekarang berziarahlah”. (Riwayat Muslim no. 977).

Dalam riwayat lain disebutkan: Sekarang berziarahlah, karena itu dapat mengingatkan kalian pada akhirat.

Setelah engkau benar-benar di tempat perkeburan, bukankah engkau sedang DI ANTARA GELIMPANGAN MAYAT yang terkubur sama di dalam tanah??

Yang kaya mati, yang miskin mati, para raja mati, budak sahaya mati, yang pernah dapat pujian mati, yang selalu dapat celaan mati, yang disanjung dan dijunjung mati, yang dicemooh dan dihina mati, semua terkubur dalam bumi yang kita injak-injak dan jdikan tempat buang sampah serta kotoran ini.

Ya, Itulah DUNIA.

DI DUNIA INI SEBENARNYA KITA SEDANG BERADA DI ANTARA GELIMPANGAN MAYAT.

Hanya saja saat kita kembali ke rumah, dan kebetulan rumah kita berjauhan dari lokasi pekuburan, maka kita kembali lupa.

Bukankah kematian bisa datang kapan saja tanpa kehendak kita? Bukankah kematian bisa datang dimana saja tanpa keinginan kita?

Sungguh kita hidup di dunia ini sedang berada di antara sekian juta mayat yang terkubur. Dan kita akan menjadi bagian dari mereka.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”. (Suart Az-Zumar: 30).

Bukankah semua manusia akan mati?? Maka yang hidup sungguh sedang berada diantara sekian banyak jumlah yang mati.

Fulan telah mati, fulanah telah tiada, dan seterusnya.

Maka kesadaran akan hakikat dunia yang fana, sementara, sejenak mudah berganti dari ada menuju tiada, mestinya menyadarkan kita akan akhirat yang PASTI akan tiba, lalu mempersiapkan taqwa sebagai sebaik-baik bekal yang akan dibawa.

Allahu A`lam.

|Abu Uwais Musaddad
|Kotaraya, Sulawesi Tengah, Jum`at 22 Syawal 1436 H/07 Agustus 2015 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 0971).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: