MALAIKAT MELETAKKAN SAYAPNYA UNTUK PENCARI ILMU

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Dari Abu Darda -radhiyallahu `anhu-, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْـجَنَّةِ وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِـمِ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ حَتَّى الْـحِيْتَانُ فِى الْـمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِـمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ. إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ لَـمْ يَرِثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang `alim akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian warisan yang paling banyak”. (Riwayat Ahmad [V/196], Abu Dawud no. 3641, At-Tirmidzi no. 2682, Ibnu Majah no. 223, lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda` -radhiyallaahu `anhu-).

Al-Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa: Malaikat meletakkan sayapnya sebagai bentuk merendahkan dirinya pada penuntut ilmu serta sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan karena penuntut ilmu telah membawa warisan Nabi dan telah mencarinya”. (Lihat: Miftah Daaris Sa`adah [I/255], Karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah).

Abu Hatim Ar-Raziy berkata: Aku mendengar Ibnu Abi Uwais berkata: Aku mendengar Malik bin Anas berkata: Makna ucapan Nabi “para malaikat meletakkan sayapnya” adalah malaikat menengadahkan dengan berdoa untuk orang-orang yang mencari ilmu, karena sayap adalah penganti dari tangan”. (Lihat: Miftah Daaris Sa`adah [I/256], Karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah).

Al-Imam Badruddin Ibnu Jama`ah berkata: Ada pendapat yang mengatakan maknanya adalah para malaikat merendahkan diri untuk penuntut ilmu, dan ada pula yang mengatakan maknanya adalah Malaikat turun di dekatnya dan hadir bersamanya dan ada pula yang mengatakan makananya adalah sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan untuk para pencari ilmu, dan ada yang mengatakan maknanya adalah malaikat membawanya di atasnya, dan menolongnya utuk mencapai keinginan-keinginannya. (Tadzkiratus Saami` Hal. 31. Karya Al-Imam Badruddin Ibnu Jama`ah).

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Kamis 22 Syawal 1442 H/ 03 Juni 2021 M. Di Pesantren Minhajussunnah Kotaraya (Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1340).

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: