FAIDAH HADITS ARBA’IN (Muqaddimah)

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Sesungguhnya segala puji milik Allah, kami memuji-Nya, kami memohon pertolongan dan ampun kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa-jiwa kami, dan dari keburukan amal-amal kami.

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah niscaya tidak akan ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah niscaya tidak ada seorang pun yang bisa memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwasannya tidak ada sesembahan yang benar kecuali hanya Allah semata tanpa sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad –shallallahu`alaihi wa sallam- adalah hamba dan utusan-Nya.

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah sekali-kali engkau mati kecuali dalam keadaan Islam. (Surat Ali Imran: 102).

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu, dan dari jiwa yang satu itu Allah ciptakan istrinya (pasangannya), dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mem-pergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain,dan (peliharalah) hubungan silaturrahim, Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (surat An-Nisaa’: 1).

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu, Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (surat Al-Ahzab: 70-71).

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

Adapun setelah itu: Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk, adalah petunjuk Nabi Muhammad -shallallahu `alaihi wasallam-. Dan sejelek-jelek perkara adalah sesuatu yang baru yang diada-adakan, dan semua perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah, dan semua yang bid’ah adalah sesat, dan semua yang sesat tempatnya di neraka.

Adapun setelah itu:
Berikut ini adalah faidah-faidah yang saya tulis dari kitab hadits “Al-Arba`in An-Nawawiyyah, Penulis kitab tersebut adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan di Nawa pada bulan Al-Muharram tahun 631 Hijriyyah, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damaskus) yang sekarang adalah ibukota Suriah. (Lihat: Thabaqatusy-syafi`iyyah Al-Kubra 8/395, Al-Bidayah Wan-Nihayah 13/278, dan Thabaqatul-Huffadz hal. 513).

Imam An-Nawawi atau An-Nawaawi (dengan huruf wawu dibaca panjang, Lihat: Tadzkiratul-Huffadz 4/1470) memiliki banyak karya tulis yang sangat berfaidah. Jumlah seluruhnya sekitar empat puluh kitab, diantaranya:

Dalam bidang bahasa: Tahdzibul Asma’ Wal-Lughat.
Dalam bidang akhlak: At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an, Bustanul Arifin, Al-Adzkar.
Dalam bidang hadits: Arba’in, Riyadhush-Shalihin, Al-Minhaj.

Dalam bidang fiqih: Minhajuth-Thalibin, Raudhatuth-Thalibin, Al-Majmu’.

Imam Nawawi meninggal pada 24 Rajab 676 H.

Para ulama` terdahulu dan sekarang telah banyak mengajarkan dan menjelaskan hadits-hadits Arba`in kepada ummat Islam, di antara mereka adalah:
1. Imam An-Nawawi –rahimahullah- (wafat tahun 676 H.) yang sekaligus sebagai penulis dari hadits Arba`in.
2. Imam Ibnu Daqiq Al-`Ied –rahimahullah- (wafat tahun 702 H).
3. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali –rahimahullah- (wafat tahun 795 H).
4. Imam Ibnul Mulaqqin –rahimahullah- (wafat tahun 804 H.)
5. Syaikh Muhammad Hayat As-Sindi –rahimahullah- (wafat tahun 1163 H.)
6. Syaikh Abdurrahman As-Sa`diy –rahimahullah- (wafat tahun 1376 H.)
7. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin –rahimahullah- (wafat tahun 1421 H.)
8. Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad –hafidzahullah-
9. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan –Hafidzahullah-
10. Asy-Syaikh Shalih Alu Syaikh –hafidzahullah-
11. Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas –hafidzahullah-
12. Dan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu di sini.

Asal muasal kitab Al-Arba`un An-Nawawiyah ini adalah, dahulu Imam Ibnu Shalah(Utsman bin Abdurrahman bin Musa bin Abi Nashr Al-Kurdiy Asy-Syahruzuri, pemilik kunyah Abu `Amr bin Shalah ini dijuluki Taqiyyuddin, lahir tahun 577 H. dan meninggal pada tahun 643 H.) beliau sudah mengumpulkan beberapa hadits-hadits tentang perkara syariat di majelis beliau, jumlah seluruhnya ada 26 hadits. Imam An-Nawawi pun menelitinya dan menambahkan 16 hadits lagi, sehingga menjadilah jumlah 42 hadits dari hadits-hadits yang beliau pilih dan beliau beri nama dengan “AL-ARBA`UN AN-NAWAWIYYAH”. (Lihat: Jami`ul `Ulum Wal Hikam, hal. 5).

Permasalahan-permasalahan yang ada dalam agama ini bisa kita temui jawabannya dalam kumpulan hadits Arba`in, baik yang menyangkut tentang masalah `Aqidah maupun Fiqih. Dan seseorang yang menelaah penjelasan Imam Ibnu Rajab Al-Hambali terhadap hadits-hadits tersebut akan mendapatkan keajaiban tentang luasnya penjelasan beliau, di mana beliau juga menambahkan 8 hadits lagi hingga genap menjadi 50 hadits dan kemudian mensyarahnya. Sangat penting bagi kita untuk memberikan perhatian khusus terhadap hadits-hadits ini, mengingat di dalamnya terdapat pemahaman pokok syariat Islam dan kaidah-kaidah agama, karena hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang hukum-hukum dalam beragama.

Buku yang saya tulis ini adalah sebuah upaya sederhana, bertujuan untuk ikut andil dalam membantu menjelaskan empat puluh dua hadits yang tertera.

Buku ini saya tulis dengan cara memberikan nomer faidah atas hadits-hadits yang ada, tujuannya adalah agar lebih mudah bagi kita untuk memahami setiap haditsnya.

Buku ini saya beri judul “FAIDAH HADITS ARBA`IN”. Semoga Allah memberi manfaat kitab ini bagi penulisnya dan pembacanya. Walau pun sungguh kitab ini masih sangat banyak kekurangannya, sehingga diharapkan bagi yang menemui celahnya bisa memberi tambahan kebaikan dengan cara yang biasa ditempuh oleh penuntut ilmu dalam adab. Hanya kepada Allah tempat mengadu.

Semoga shalawat beserta salam senantiasa tercurah melimpah kepada Nabi Muhammad –shallallahu`alaihi wa sallam-, kepada istri-istri beliau, keturunan beliau, para sahabat beliau (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) dan kepada sahabat-sahabat beliau yang lainnya, serta kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat yang berupaya mengikuti jejak Rasulullahu -shallallahu`alaihi wa sallam-. Dan akhir doa kami adalah Alhamdulillahi Rabbil `Alamin.

Kotaraya, Sulawesi Tengah. Selasa Malam Rabu 26 Rabii`ul Aakhir 1437 H./24 Januari 2017 M.

(Dikutip Dari “Faidah Hadits Arba`in”, Hal. 1-5, Karya: Abu Uwais Musaddad)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: