EMPAT DOSA BESAR YANG MENDATANGKAN LAKNAT ALLAH

EMPAT DOSA BESAR YANG MENDATANGKAN LAKNAT ALLAH

 

إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

 

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

 

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ

 

JAMA`AH SHALAT JUM`AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH.

Marilah kita bersyukur kepada Allah -subhanahu wa taala- atas nikmat-nikmat yang Allah berikan, nikmat sehat, nikmat `afiyah, nikmat dijauhkan dari mala petaka dan bencana, serta nikmat yang paling agung yaitu ditetapkan-Nya hati kita di atas keimanan, di atas agama yang Allah ridhoi yaitu ISLAM.

Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, nabi yang telah menjelaskan semua risalah kenabian yang Allah amanahkan, hingga setiap perkara yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Surga Allah pasti sudah beliau jelaskan, dan setiap perkara yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Neraka Allah pun sudah beliau peringatkan. Beliau tidaklah meninggalkan ummatnya melainkan dalam keadaan agama ini telah terang benderang, sampai malamnya pun seperti siang.

JAMA`AH SHALAT JUM`AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH.

Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dengan menjalankan perintah Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam-dan menjauhi apa-apa yang beliau larang.

SIDANG JAMA`AH SHALAT JUM`AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH.

Abu ath-Thufail ‘Amir bin Watsilah berkata:

كُنْتُ عِنْدَ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ، فَأَتَاهُ رَجُلٌ، فَقَالَ: مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيْكَ. قَالَ: فَغَضِبَ، وَقَالَ: مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيَّ شَيْئًا يَكْتُمُهُ النَّاس غَيْرَ أَنَّهُ قَدْ حَدَّثَنِيْ بِكَلِمَاتٍ أَرْبَعٍ. قَالَ: فَقَالَ: مَا هُنَّ يَا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ؟ قَالَ: قَالَ: لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ ، لَعَنَ اللهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَيْهِ ، لَعَنَ اللهُ مَنْ آوَى مُـحْدِثًا ، لَعَنَ اللهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ الْأَرْضِ

Artinya: “Aku pernah berada di sisi Ali bin Abi Thalib –radliyallahu`anhu-, lalu ada seseorang yang datang kepadanya dan bertanya: Apakah Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah berkata rahasia kepadamu? Lalu ‘Ali –radliyallahu`anhu- marah dan ia berkata: Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak pernah berkata satu rahasia pun kepadaku yang ia sembunyikan dari orang lain, tetapi beliau pernah berkata kepadaku dengan empat kalimat. Maka orang tersebut bertanya: Apa saja empat kalimat itu wahai Amirul Mukminin?. Ali -radliyallahu `anhu menjawab: Allah melaknat orang yang menyembelih binatang untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orangtuanya, Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kebid`ahan, Allah melaknat orang yang mengubah batas tanda tanah”. (Riwayat Muslim no. 1978).

SIDANG JAMA`AH SHOLAT JUM`AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH

Kita diperingatkan oleh Rasulullah –shallallahualaihi wasallam-  dari empat hal yang bisa mendatangkan laknat Allah tersebut. Beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- mengabarkan bahwa Allah menjauhkan pelaku tindakan tersebut dari rahmat-Nya, Allah melaknatnya.

Pertama, mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih untuk selain Allah Ta`ala karena hal itu berarti mempersembahkan ibadah kepada selain Allah, kepada sesuatu yang tidak berhak mendapat suguhan peribadahan.

Menyembelih binatang sebenarnya pada asalnya adalah ibadah yang diperintahkan Allah. Alla berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka laksanakanlah shalat karena Rabbmu, dan sembelihlah qurban”. (Surat Al-Kautsar: 2).

Siapa saja yang melakukan penyembelihan untuk selain Allah maka ia termasuk musyrik (orang yang berbuat syirik atau menyekutukan Allah), baik ia melafazhkan dengan berkata: sembelihan ini untuk sesaji anu, tumnal anu -misalnya- atau lafazh semisalnya atau pun ketika ia hanya meniatkan dengan hatinya saja tanpa melafadzkan tetap saja sembelihan itu haram, karena termasuk dalam firman Allah:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

Artinya: “Sesungguhnya Allâh hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah”. (Surat Al-Baqarah: 173).

SIDANG JAMA`AH SHOLAT JUM`AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH

Di antara perkara-perkara yang tercakup dalam penyembelihan untuk selain Allah adalah:

  1. Sesuatu yang disembelih untuk dimakan dagingnya, tetapi dengan menyebut nama selain Allah, misalnya dengan menyebut nama berhala atau nama patung yang diagungkannya.
  2. Sesuatu yang disembelih untuk selain Allah dalam rangka mendekatkan diri kepada sesuatu tersebut. Walaupun dia menyebut bismillah, ini tetap haram.
  3. Sesuatu yang disembelih ketika musim paceklik di tempat gunung atau di laut tertentu agar mushibah segera segera hilang.
  4. Menyembelih sapi atau kerbau untuk ditanam kepalanya dipinggir jempabatan agar bangunan menjadi kokoh dan kuat.
  5. Sesuatu yang disembelih ketika pertama kali merintis hutan karena takut kepada jin penunggunkawasan tersebut.
  6. Menyembelih binatang untuk menolak malapetaka dan bala’, seperti menyembelih untuk laut agar tidak tsunami atau untuk gunung agar tidak meletus.
  7. Sembelihan-sembelihan yang tidak dibacakan bismillah, maka tidak boleh dimakan.

Allah Ta`ala berfirman:

وَلا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

Artinya: Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allâh, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik”. (Surat Al-An’am: 121).

SIDANG JAMA`AH SHOLAT JUM`AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH

Kedua, perkara yang bisa mendatangkan laknat Allah dalam haits ini adalah mencaci maki atau menjelekkan orang tua. Orang yang mendo’akan kejelekan terhadap kedua orang tuanya, baik dengan melaknat atau mencaci maki keduanya atau pun menjadi sebab terjadinya hal tersebut, misalnya seseorang melontarkan kalimat-kalimat kejelekan terhadap orang tua orang lain, lalu orang lain tersebut membalasnya dengan kalimat-kalimat jelek serupa, maka itu sama dengan melakukan perbuatan jelek terhadap orang tuanya sendiri.

SIDANG JAMA`AH SHOLAT JUM`AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH

Ketiga, perkara yang bisa mendatangkan laknat Allah dalam haits ini adalah melindungi pelaku bid`ah, pelaku kejahatan. Orang yang melindungi pelaku kejahatan padahal pelaku tersebut pantas mendapatkan hukuman syar’i, misalnya dengan menghalangi pelaksanaan hukum tersebut kepada orang itu, atau ia ridha terhadap kerusakan dalam agama dan melindunginya.

Seorang Muslim tidak boleh melindungi, menolong atau membantu pelaku kejahatan karena hal ini termasuk dalam ta’awun (tolong menolong) dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Allah berfirman (artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahakeras siksa-Nya”. (Surat Al-Ma’idah: 2).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْـمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

SIDANG JAMA`AH SHOLAT JUM`AT YANG DIMULIAKAN OLEH ALLAH

Keempat, perkara yang bisa mendatangkan laknat Allah dalam haits ini adalah orang yang mengubah tanda batas tanah, yang memisahkan hak pemilik masing-masing, dengan cara memajukan atau memundurkan (tanda-tanda) itu dari tempatnya yang benar. Sehingga dengan sebab itu terjadilah pengambilan sebagian tanah orang lain secara zhalim.

Ada beberapa makna tentang merubah batas tanah, diantaranya adalah: merubah garis tanda batas tanah yaitu dengan melebihkannya dari batas yang seharusnya.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

مَنِ اقْتَطَعَ شِبْرًا مِنَ الْأَرْضِ بِغَيْرِ حَقٍّ، طُوِّقَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِيْنَ

Artinya: “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah (orang lain) tanpa hak, maka akan dikalungkan padanya dari tujuh bumi pada hari Kiamat”. (Riwayat Muslim, no. 1611).

Makna lainnya yaitu merubah tanda-tanda yang ada di jalan umum yang kita kenal, seperti papan-papan penunjuk lalu lintas di jalan. Maka ini tidak boleh diubah karena dapat menyesatkan orang-orang.

Akhirnya, kita berdoa kepada Allah tabaaraka wa ta`ala, semoga Allah memberi kemudahan bagi kita untuk beramal shalih dan terhindar dari amalan-amalan yang bisa mendatangkan laknat Allah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْـمُرْسَلِينَ وَالْـحَمْدُ لِلهِ ربِّ الْعَالَـمِينَ

|Abu Uwais Musaddad
|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Jum`at 30 Al-Muharram 1439 H/20 Oktober 2017 M.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: