KITA YANG MEMBUTUHKAN RAMADHAN, BUKAN RAMADHAN YANG MEMBUTUHKAN KITA

KITA YANG MEMBUTUHKAN RAMADHAN, BUKAN RAMADHAN YANG MEMBUTUHKAN KITA

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Marilah kita bersyukur dan meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah, karena di setiap desahan nafas dan denyutan nadi kita, selalu ada tetasan dan limpahan nikmat Allah Tabaaraka wa ta`ala.

Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, nabi yang telah menjelaskan semua risalah kenabian yang Allah Allah amanahkan, hingga setiap perkara yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Surga Allah pasti sudah beliau jelaskan, dan setiap perkara yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Neraka Allah pun sudah beliau peringatkan. Beliau tidaklah meninggalkan ummatnya melainkan dalam keadaan agama ini telah terang benderang, sampai malamnya pun seperti siang.

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dengan menjalankan perintah Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam-dan menjauhi apa-apa yang beliau larang.

Sidang Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Purnama Ramadhan telah berlalu, tersingkap oleh waktu, mau atau tidak mau, harus mau. Hari ini kita sudah berada di tanggal 16 Ramadhan, siapa yang persiapannya menjelang Ramadhan hanya asal-asalan, tanpa ilmu, niscaya akan menjalani Ramadhan dengan gampang bosan dan jemu.

Sebenarnya yang dipenjara dan dikekang adalah Syetan, tapi justru ternyata ada manusia yang ikut-ikutan merasa tertekan dan terkekang, lalu apa bedanya ia dengan syetan?? Merasa ramadhan telah membuatnya susah, harus lapar, harus haus, harus menjaga lisan, harus menjaga amarah, semua ia anggap sebagai beban dalam hidupnya yang belum juga pecah. Berpuasa hanya menunggu kapan berbuka, berpuasa hanya berfikir nanti sore buka pake apa, berpuasa hanya melaknat jarum jam yang menitnya seakan tak berubah.

Jama`ah Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Mari kita perhatikan lagi tentang dahsyatnya berkah bulan Ramadhan, seberapa penting ia bagi ummat manusia.

Pertama: Di Dalam Bulan Ramadhan Terdapat Kewajiban Yang Termasuk Dalam Rukun Islam, Yaitu Puasa Ramadhan.

Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَلا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامُ الصَّلاةِ ، وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ ، وَحَجُّ الْبَيْتِ ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Artinya: “Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadan”.[1]

Perhatikan!!! Puasa Ramadhan ini bagian dari rukun Islam, yang bila kita tidak mengerjakannya maka keislaman kita kurang, bahkan bisa dianggap bukan orang Islam.

Nah untuk diakui sebagai orang Islam oleh Allah Ta`ala, berpuasalah!! Dari sini kita akan paham bahwa yang butuh puasa Ramadhan itu siapa?? Jawabnya adalah: Kita yang butuh puasa Ramadhan agar keislaman kita benar. Ramadhan sendiri tidak butuh kita, kita ada atau kita tiada Ramadhan tetap akan berputar dalam lingkaran ketentuannya sebagaimana yang Allah perintahkan kepadanya.

Jama`ah Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Kedua: Setan-Setan Dibelenggu, Pintu-Pintu Surga Dibuka, Pintu-Pintu Neraka Ditutup Sejak Awal Malam Bulan Ramadhan.

Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”.[2]

Sekarang kita perhatikan lagi! Syetan selama ini di luar bulan Ramadhan mereka aktif dengan leluasa menggoda dan merayu orang-orang yang hendak melakukan ketaatan, sedangkan di bulan ini, orang-orang beriman mendapat bonus dengan dibelenggunya syetan maka ketaatan semakin mudah dikerjakan dan kemaksiatan semakin tak punya celah untuk ambil bagian. Setelah kita paham ini, pertanyaannya: apakah kita yang butuh Ramadhan ataukah Ramadhan yang butuh kita? Jawabnya kita yang butuh Ramadhan, Ramadhan tak butuh kehadiran kita di bulan ini, walapun kita mati Ramadhan tak kehilangan kita dan akan berjalan sebagaimana perjalanan bulan yang telah Allah tetapkan.

Ketiga: Di Bulan Ramadhan Terdapat Satu Malam Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan

Allah Ta`ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Surat Al-Qadar : 1-5).

Jama`ah Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Di dalam bulan ini, bulan Ramadhan, ada satu malam yang jika kita di malam tersebut memiliki satu ketaatan maka sebanding dengan ketaatan seribu bulan, maka perbanyaklah amal shalih di malam tersebut! Siapa yang tidak suka amal kebaikannya dilipat gandakan pahalanya oleh Allah?? Semua pengen, kerja ringan pahala besar. Dan ini hanya ada di bulan Ramadhan. Pertanyaannya lagi: apakah kita yang butuh Ramadhan ataukah Ramadhan yang butuh kita? Jawabnya kita yang butuh Ramadhan, Ramadhan tak butuh kehadiran kita di bulan ini, walapun kita mati pun Ramadhan tak menangisi kematian kita.

Perbanyak amal sholih di malam lailatul qadar, caranya bagaimana agar kita punya amal ibadah di malam tersebut? malam itu hadir sejak terbenam matahari hingga terbit fajar, maka caranya jangan lupa sholat maghrib, dan sholat-sholat sunnah lainnya, perbanyak membaca al-qur`an di setiap malamnya pada 10 malam yang terakhir! pasti salah satu bacaan kita ada yang bertepatan dengan malam lailatul qadr, contoh gampangnya begini, siapkan 10 amplop berisi uang misalnya masing-masing 1 juta, mulai malam 21 infaqkan satu amplop, malam 22 infaqkan lagi amplop kedua, malam 23 infaqkan amplop ke 3 begitu seterusnya sampai malam terakhir, in syaa’allah salah satu amplop tadi ada yang bertepatan dengan malam lailatul qadar.

Keempat: Allah menjadikan puasa Ramadhan yang dilakukan dengan keimanan dan mengharapkan (pahala) sebagai sebab diampuninya dosa.

Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”.[3]

Jama`ah Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Siapa di antara kita yang tidak punya dosa? Tidak ada, manusia itu makhluk yang lemah, penyakit yang paling sering menghinggapinya bukan sakit mag, bukan sakit gigi, bukan sakit kepala, tapi penyakit mereka adalah seringnya mereka jatuh dalam dosa.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

Artinya: “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”. (HR Tirmidzi 2499, Shahih at-Targhib 3139).

Dan kita sangat butuh dengan yang namanya pengampunan dari Allah, tidak mungkin seseorang akan masuk surga bila dosanya belum diampuni oleh Allah. Maka untuk terhapusnya dosa-dosa tersebut Allah berikan peluang bagi kita agar meleburnya di bulan Ramadhan dengan cara berpuasa Ramadhan.

Pertanyaannya lagi: apakah kita yang butuh Ramadhan ataukah Ramadhan yang butuh kita? Jawabnya kita yang butuh Ramadhan, Ramadhan tak butuh kehadiran kita di bulan ini. Karena kita yang butuh ampunan dari Allah, bukan Ramadhan. Maka manfaatkanlah bulan Ramadhan untuk meraih keutamaannya.

Kelima: Bulan Ramadhan Adalah Saat Di Mana Suatu Do’a Lebih Mudah Untuk Dikabulkan Oleh Allah

Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عُتَقَاءَ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ

– يَعْنِي : فِي رَمَضَانَ-

وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً

Artinya: “Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang dari api neraka pada setiap hari –yakni di bulan Ramadhan-, dan setiap muslim di setiap siang dan malam nya  apabila ia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan”.[4]

Jama`ah Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Siapa yang tidak ingin doanya dikabulkan? Bila ingin doanya dikabulkan, ketahuilah! Inilah saatnya, inilah bulannya, sekali lagi kitalah yang butuh dengan Ramadhan, dengannya menjadi sebab doa kita lebih dekat dengan pengabulan Allah Ta`ala. Bersyukurlah kepada Allah dengan menciptakan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan kebaikan, jangan jadikan Ramadhan sebagai bahan candaan, puasa sebagai guyonan, jangan jadikan Ramadhan sebagai penjara dan belenggu jika anda buka syetan yang dimaksud dalam hadits tersebut.

Pantas saja orang-orang shalih dahulu bersedih dan mengangis bila Ramadhan berakhir, karena banyak kebaikan yang ada di bulan Ramadhan namun tak kita jumpai di bulan lainnya, sehingga rasa butuh terhadap bulan Rmadhan itu benar-benar terpatri dan bersemayam dalam dada-dada mereka.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْـمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ والتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْد

Sidang Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Ibarat sebotol madu, Ramadhan kita sisa setengahnya lagi. Manfaatkan yang ada karena bila tinggal setetes akan lebih tak berdaya.

Jangan putus asa!!! Seliar apapun nafsu kita, ia bisa dijinakkan, manfaatkan bulan ini untuk menjinakkannya.

Jangan putus asa!!! Sekotor apapun hati kita, ia bisa dibersihkan, manfaatkan bulan ini untuk membersihkannya.

Jangan putus asa!!! Sepicik apapun ego kita, ia bisa dicerdaskan, manfaatkan bulan ini untuk mencerdaskannya.

Jangan putus asa!!! Karena Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’alamengampuni dosa-dosa semuanya”.(QS. Az Zumar: 53-54).

Allah katakan, Allah akan mengampuni dosa semuanya, tentunya untuk mereka yang benar-benar bertaubat, jangankan orang muslim, orang kafirpun bila bertaubat dan memperbaiki keislamannya akan Allah ampuni. Jadikan Ramadhan tahun ini menjadi saksi hijrah kita menuju kebaikan.

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah ta`ala:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْـمُرْسَلِينَ وَالْـحَمْدُ لِلهِ ربِّ الْعَالَـمِينَ

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Kamis Malam Jum`at 16 Ramadhan 1439 H/31 Mei 2018 M.

————————————————————————————————————————————————-

[1] (Riwayat Imam Bukhari no. 8, Muslim no. 16, At-Tirmidzi no. 2609, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin `Umar –radhiyallahu `anhuma-).

[2] (Riwayat Bukhari no. 3277, Muslim no. 1079, dari sahabat Abu Hurairah -radhiallahu ’anhu-).

[3] (Riwayat Bukhari no. 38, dan Muslim no. 760, dari Sahabat Abu Hurairah -radhiallahu ’anhu-).

[4] (Riwayat Buruddin Al-Haitsamiy dalam Kasyfil Astar no. 903, dan dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahih At-Targhib Wat-Tarhib no. 1002, dari Sahabat Abu Sa`id Al-Khudriy –radhiyallahu `anhu-).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: