SEBAB-SEBAB MEREKA YANG ALLAH TENGGELAMKAN

SEBAB-SEBAB MEREKA YANG ALLAH TENGGELAMKAN

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Marilah kita bersyukur dan meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah, karena di setiap desahan nafas dan denyutan nadi kita, selalu ada tetasan dan limpahan nikmat Allah Tabaaraka wa ta`ala.

Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, nabi yang telah menjelaskan semua risalah kenabian yang Allah Allah amanahkan, hingga setiap perkara yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Surga Allah pasti sudah beliau jelaskan, dan setiap perkara yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Neraka Allah pun sudah beliau peringatkan. Beliau tidaklah meninggalkan ummatnya melainkan dalam keadaan agama ini telah terang benderang, sampai malamnya pun seperti siang.

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dengan menjalankan perintah Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam-dan menjauhi apa-apa yang beliau larang.

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Satu pekan yang lalu, di hari Jum`at yang Allah muliakan, tepatnya 28 September 2018, Allah goncangkan bumi kita, bahkan Allah timpakan tsunami, dan yang tidak kalah mengerikan adalah sebagiannya Allah tenggelamkan ke dalam bumi.

Maka kami berwasiat pada khutbah kali ini untuk kami tujukan kepada dua pihak:

  1. Kepada yang tertimpa mushibah
  2. Kepada yang tidak tertimpa mushibah

Pertama: kepada pihak yang tertimpa mushibah yang sudah selamat dan kembali ke kampung halaman atau sanak saudara sehingga bisa hadir pada shalat khutbah kali ini di masjid ini, kami nasehatkan untuk senantiasa bersabar kepada Allah, milik Allah-lah apa yang Dia beri maka milik-Nya pula lah yana Dia cabut kembali.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda (artinya): “Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa” (Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya). Ujian adalah pembersih dosa, sebagaimana api membersihkan karat besi, namun itu bila mereka bersabar dan ridha atas ketentuan Allah. Maka bersabarlah! Wasiat ini kami berikan sebagai pengamakan atas perintah Allah untuk saling nasehat menasehati tentang kesabaran, Allah berfirman:

وَالْعَصْرِ

 إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

 إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya: Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (Surat Al-`Ashr: 1-3).

Kedua: wasiat atau nasehat ini kami hadiahkan kepada yang tidak tertimpa mushibah, agar kita mengetahui sebab—sebab syari datangnya mushibah.

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Dalam pelajaran TAUHID, kita diajari bahwa sebab itu ada dua:

  1. Sebab Kauniy
  2. Sebab syar`i

Sebab kauniy, ini adalah hukum sebab-akibat alam atau memang ada penelitian bahwa itu adalah sebabnya. Misalnya: Api bila disiram air akan padam, kertas bila terkena api akan terbakar, air bila dimasukkan freezer akan membatu menjadi es batu. Ini namanya sebab kauniy atau sebab alam.

Adapun tentang  sebab syar’i yaitu sebab yang ditentukan oleh syariat menjadi penyebab sesuatu, MESKIPUN bukan penyebab secara kauniy. Misalnya: Jika ingin dipanjangkan umur (berkah) dan dimudahkan rezeki maka hendaklah bersilaturahmi.

Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

ﻣَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳُﺒْﺴَﻂَ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺭِﺯْﻗِﻪِ ﻭَﻳُﻨْﺴَﺄَ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺃَﺛَﺮِﻩِ؛ ﻓَﻠْﻴَﺼِﻞْ ﺭَﺣِﻤَﻪُ

Artinya: “Barang siapa menginginkan untuk diluaskan rizkinya serta diundur ajalnya; hendaklah ia bersilaturrahim”. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Ada sebab-sebab syar`I tentang ditenggelamkannya manusia ke dalam bumi, ini penting untuk kita ilmui sebagai peringatan dari Allah dan Rasul-Nya. Barangkali kita sudah sering mendengar di dalam Al-Qur’an tentang ummat-ummat terdahulu yang Allah tenggelamkan, baik yang Allah tenggelamkan ke dalam laut seperti Fir`aun dan pengikutnya karena enggan menerima kebenaran yang di bawa oleh Nabi Musa, atau pun tentang kaum Nabi Luth yang Allah jungkir balikkan bumi yang mereka pijak lalu mereka tertimbun tanah sebagai akibat dari perbuatan homo dan lesbi mereka, atau pun si Qarun yang Allah tenggelamkan karena sifat ujub dan sombongnya. Allah berfirman:

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الأرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

Artinya: “Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap `adzab Allah. Dan ia tiadak termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)”. (Surat Al-Qashash: 81).

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Ternyata di sana ada sebab lain mengapa sampai Allah menenggelamkan seseorang atau bahkan suatu kaum ke dalam bumi, tentunya kita ilmui hal ini karena kecintaan kita kepada agama Islam, sehingga kita terus berupaya untuk mempelajarinya. Sebab-sebab tersebut dijelaskan oleh Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallam sebagai berikut:

1). MEMINUM KHAMR, BERNYANYI DAN BERMAIN ALAT MUSIK

Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي الْخَمْرَ ، يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا ، يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَالْمُغَنِّيَاتِ ، يَخْسِفُ اللَّهُ بِهِمْ الْأَرْضَ ، وَيَجْعَلُ مِنْهُمْ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ

Artinya: “Sungguh akan ada beberapa orang dari ummatku yang minum khomar, mereka namakan dengan nama lain. Kepala mereka dilalaikan dengan bunyi-bunyian musik, nyanyian-nyanyian. Maka Allah TENGGELAMKAN mereka karena itu ke dalam bumi dan Allah akan menjadikan mereka menjadi kera dan babi”. (Riwayat Ibnu Majah no. 4020, Dari Abu Malik Al-Asy’ari, Dishahihkan Oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

2). MENJULURKAN KAIN MELEBIHI MATA KAKI

Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَجُرُّ إِزَارَهُ مِنْ الْخُيَلَاءِ خُسِفَ بِهِ ، فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِي الْأَرْضِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya: “tatkala seorang laki-laki menjulurkan pakaiannya dan itu termasuk kesombongan, maka Allah TENGGELAMKAN ke dalam bumi. (Sampai-sampai) dia pun timbul tenggelam ke dalam tanah sampai hari kiamat”. (Riwayat Al-Bukhari no. 3485, At-Tirmidzi no. 2491).

3). UJUB, MEMBANGGAKAN DIRI

Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي فِي حُلَّةٍ ، تُعْجِبُهُ نَفْسُهُ ، مُرَجِّلٌ جُمَّتَهُ ، إِذْ خَسَفَ اللَّهُ بِهِ ، فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

Artinya: “Ketika seseorang berjalan dengan pakaian (mewahnya) dalam keadaan ia bangga dengan dirinya dan rambutnya telah disisir rapi, tiba tiba Allah TENGGELAMKAN ke dalam bumi dan ia terus diadzab sampai hari kiamat”. (Riwayat Al-Bukhari no. 5789, Muslim no. 2088).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْـمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

لْحَمْدُ لِلهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ والتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْد

Sidang Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

4). DOSA DAN KEDZOLIMAN SERTA ENGGAN MENCEGAH KEMUNGKARAN

Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

وَعَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَائشَةَ رَضيَ الله عنها قالت: قالَ رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ فَإِذَا كَانُوا ببيْداءَ مِنَ الأَرْضِ يُخْسَفُ بأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ”. قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يُخْسَفُ بَأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ وَفِيهِمْ أَسْوَاقُهُمْ وَمَنْ لَيْسَ مِنهُمْ،؟ قَالَ: ” يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ، ثُمَّ يُبْعَثُون عَلَى نِيَّاتِهِمْ” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ: هذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ

Artinya: Dari Ummul Mukminin, Ummu `Abdillah, `Aisyah –radhiyallahu`anhu- ia berkata: Rasulullah-shallalllahu`alaihi wa sallam- bersabda: “Nanti akan ada sekelompok pasukan yang akan menyerang Ka’bah. Kemudian ketika mereka sampai di suatu tanah lapang, mereka semua dari orang yang berada paling depan sampai paling belakang dibinasakan yakni DITENGGELAMKAN ke perut bumi. ‘Aisyah berkata: “Aku bertanya, Ya Rasulullah, bagaimana mereka dibinasakan semua, orang yang berada dibarisan terdepan sampai yang paling belakang, padahal di tengah-tengah mereka terdapat pasar-pasar mereka, dan orang-orang yang bukan dari golongan mereka?”. Beliau menjawab: “Mereka di binasakan semua, yang berada di baris terdepan sampai yang paling belakang, kemudian nanti mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat masing-masing dari mereka”. (Riwayat Al-Bukhari no. 2118, Muslim no. 2884).

Jama`ah Shalat Jum`at Yang Dimuliakan Oleh Allah.

Jika ditanyakan: bagaimana dengan mereka yang amalannya (secara dzahir) nampak shalih, penghafal Al-Qur’an, rajin shalat malam, rajin sedekah, mengapa mereka ditenggelamkan bersama yang pendosa? Maka jawabannya adalah: mungkin karena mereka enggan mencegah yang mungkar dan hanya sibuk beramal untuk dirinya tanpa melarang kemungkaran, dosa dan kesyirikan yang terjadi di sekitarnya, atau mereka memang shalih dan baik, hanya saja mereka memang harus menerima taqdir Allah yang selalu beriring hikmah dan keadilan-Nya, namun berbahagialah karena Allah akan membangkitkan mereka kelak berdasarkan amalan yang telah ia kerjakan sesuai dengan niatnya.

Demikianlah ketetapan Allah bahwa bila Dia mengadzab suatu kaum maka bukan hanya orang yang berdosa saja yang merasakan akibatnya, Allah berfirman:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya: “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya”. (Surat Al-Anfal: 25).

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah ta`ala:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْـمُرْسَلِينَ وَالْـحَمْدُ لِلهِ ربِّ الْعَالَـمِينَ

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Jum`at 25 Al-Muharram 1440 H/ 05 Oktober 2018 M.

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: