TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG LURUS

Ditulis Oleh: Ust. Prangga, Lc.

   إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريكله واشهد أن محمدا عبده ورسوله

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته  ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

 يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به و الأرحام إن الله كان عليكم رقيبا.

 يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله و قولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما.

أما بعد.

    فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah ta’ala…

Alhamdulillah kita memuji Allah –Azza wa jalla- dan kita bersyukur kepadanya karena telah memberikan kita hidayah islam dan hidayah berjalan di atas sunnah.

Kemudian sholawat serta salam kepada nabi kita Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam- yang telah menjelaskan kita segalan hal yang berkaitan dengan islam, sehingga tidak ada sesuatu yang bisa mendekatkan diri seseorang kepada surga Allah dan menjauhkanya dari Neraka melainkan telah di jelaskan kepada kita semua,

 ما بقي شيئ يقرب إلى الجنة ويباعد عن النا إلا وقد بين لكم

“Tidaklah tersisa sesuatu yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Surga dan menjauhkanya dari Neraka melainkan telah di jelaskan kepada kalian.”

Pada khutbah kali ini, kita akan membahas tentang satu ayat dalam surat al-fatihah yaitu firman Allah ta’ala:

{ إِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ }

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-fatihah: 5)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah ta’ala…

Setiap hari kita membaca ayat ini di dalam sholat kita, yaitu ayat  yang ke 5 dari surat Al-fatihah, jika mengerjakan sholat yang wajib saja berarti kita membacanya sebanyak 17 kali, lalu bagaimana jika ditambah dengan sholat yang sunnah,? Ini artinya setiap hari kita meminta kepada Allah agar di berikan hidayah di atas shiroothol mustaqiim  dan ditetapkan di atas hidayah tersebut.

Lalu Apa sebenarnya yang dimaksud dengan shiroothol mustaqiim.?

Shiroothol mustaqiim adalah jalan yang lurus yang tidak ada bengkok atau penyimpangan di dalamNya; baik ke kiri maupun ke kanan. (yaitu agama islam). Rasulallah -shallallahu alai wa sallam- bersabda:

 قد تركتكم على البيضاء ليلها كنهارها, لا يزيغ عنها بعدي إلا هالك.

“Sungguh aku telah tinggalkan bagi kalian (agama islam ini) dalam keadaan putih bersih, malamNya seperti siangNya, dan tidaklah berpaling darinya setelahku melainkan akan binasa.” (HR. Ibnu Maajah, dishohihkan oleh syeikh Albani).

Kaum muslimin yang dirahmati Allah ta’ala…

Ketahuilah, sesungguhnya hidayah diatas shirothol mustaqiim adalah karunia dari Allah ta’ala yang diberikan bagi siapa saja yang dia kehendaki, Allah ta’ala berfirman:

{ وَاللهُ يَدْعُوْا إِلىَ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلىَ صَرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ }

“Allah menyeru manusia  ke Daarussalaam ( surga) dan menunjukkan orang yang di kehendakinya kepada jalan yang lurus (islam).” (QS. Yunus: 25)

{ أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوْءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ }

“Maka apakah pantas orang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganganggap baik berbuatan itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki.” (QS. Fatir: 8)

Dan bahkan para Rasul-pun tidak bisa memberikan hidayah kepada siapa yang mereka kehendaki;

-Lihatlah betapa Rasulallah –shallallahu alaihi wa sallam– tidak bisa memberikan hidayah kepada pamanya yang tercinta abu thalib, walaupun berbagai usaha dan upaya yang ia lakukan untuk mengajaknya masuk ke dalam islam, akan tetapi Allah berkehendak lain, Bahkan Allah ta’ala mengatakan kepadanya:

{ إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ }

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-qosos: 56)

-Lihatlah betapa Nabi Nuh –alaihissalam– tidak bisa memberikan hidayah kepada Anak-Nya.! Takkala ia mengatakan kepada Anak-Nya:

  { يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الكَافِرِيْنَ }

“Hai anak-ku, naiklah ke kapal bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (QS. Hud: 42)

Akan tetapi apa jawaban anaknya:

{ قَالَ سَآوِي إِلىَ جَبَلٍ يَعْصِمُنِيْ مِنَ المَاءِ }

“Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari Air bah!.” (QS. Hud: 43)

Dan anaknya-pun mati diatas kekufuran.

-Lihatlah Begitu juga dengan kholiilullah Ibrahim –alaihissalam-, tidak bisa memberikan hidayah kepada ayahnya.

Itu karena hidayah hanya milik Allah, dan ia memberikanya bagi siapa saja yang ia kehendaki. oleh karena itu kita selalu meminta kepada Allah ta’ala agar diberikan hidayah dan ditetapkan diatasNya, Sebagaimana do’a Rasulallah –shallallahu alaihi wa sallam- dalam qunutNya:

 اللهم اهدني فيمن هديت

“ya Allah, berikanlah aku petunjuk sebagaimana yang telah engkau berikan kepada orang yang kau beri petunjuk.” (HR. Abu daawuud. Dishohihkan oleh syeikh Albani)

Begitu juga dalam do’a beliau yang lain:

 اللهم إني أسألك الهدى والسداد

“Ya Allah, aku memohon kepada-mu petunjuk dan kebenaran.” (HR. Muslim)

Dan di peperangan khondak, Rasulallah juga berdo’a:

 اللهم لو لا أنت ما اهتدينا ولا تصدقنا ولا صلينا

“Ya Allah, seandainya bukan karena-Mu; niscaya kami tidak mendapatkan hidayah, tidak bisa bershodaqoh dan tidak juga sholat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah ta’ala…

Siapakah orang-orang yang berjalan diatas shiroothol mustaqiim.?

Orang-orang yang berjalan diatas shiroothol mustaqiim adalah mereka yang senantiasa mentaati Rasulallah –shallallahu alaihi wa sallam-, berpegang teguh dengan al-qur’an dan sunnah RasulNya.

Allah ta’ala berfirman:

{ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ والرَّسُوْلَ فَأُوْلَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ والصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ }  

“Dan Barang siapa yang menta’ati Rasul; maka mereka adalah orang-orang yang diberikan kenikmatan bersama para nabi, siddiqiin , suhadaa’  dan orang-orang yang sholeh.” (QS. An-nisa’: )

Rasulallah –shallallahu alai wa sallam- bersabda:

 تركت فيكم أمرين ما إن تمسكتم بهما لن تضلوا بعدي أبدا : كتاب الله وسنتي

“Aku tinggalkan kalian 2 perkara, selama kalian berpegang teguh dengan keduanya ,kalian tidak akan tersesat setelah-ku selamanya; yaitu kitaabullah (Al-qur’an) dan sunnah Rasulallah.” (hadist hasan)

 أقول قولي هذا أستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب, إنه هو الغفور الرحيم.

KHUTBAH KE DUA.

 الحمد لله على إحسانه, والشكر له على توفيقه وامتنانه , وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريكله تعظيما لشأنه وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه , وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا وبعده.

Disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, dari Abdillah bin Mas’ud –Radhiyallahu anhu – ia mengatakan:

“Suatu hari Rasulallah menggambarkan kepada kami garis yang lurus, kemudian ia mengatakan: هذا سبيل الله  (inilah jalan Allah), kemudian dia menggaris-garis disebelah kiri dan kananya, dan mengatakan: هذه سبل متفرقة, على كل سبيل منها شيطان يدعو إليه   ( ini adalah jalan-jalan yang bercerai berai, dan di setiap jalan tersebut ada syaitan yang menyeru kepadaNya), kemudian beliau membaca ayat:

{ وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ }

“Dan inilah jalanku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikut jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanya.” (QS. Al-an’am:153)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah ta’ala…

Ada beberapa hal yang dapat menghalangi seseorang berjalan diatas shiroothol mustaqiim:

1). Syirik; karena orang yang melakukan kesyirikan diharamkan baginya surga dan dia kekal di dalam neraka

{ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَد حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهُ الْجَنَّةَ وَ مَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ }

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan surge baginya, dan tempatnya dalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang yang zholim penolongpun.” (QS.al-ma’idah:72).

2). Bid’ah; karena orang yang melakukan bid’ah amalanya tidak akan diterima oleh Allah ta’ala. Rasulallah bersabda:

 من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami; maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim).

3). Maksiat kepada Allah ta’ala.

إن الله و ملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

Suralaga, 2 juli 2019.

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: