MENGAPA MEMILIH MANHAJ SALAF (Bagian 11) DALIL WAJIBNYA MENGIKUTI PEMAHAMAN SHAHABAT (6)

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Berikut Ini Adalah Faidah Kajian MENGAPA MEMILIH MANHAJ SALAF di Desa Tinombala Sulawesi Tengah Tepatnya Di Rumah Akh April. Sabtu Malam Ahad, 16 Rabii`ul Awwal 1440 H/24 November 2018 M.

DALIL WAJIBNYA MENGIKUTI PEMAHAMAN SHAHABAT (6)

 (19). SURAT YAASIIN AYAT 21

Allah –Subhanahu Wa Ta`ala- berfirman:

اتَّبِعُوا مَنْ لا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Artinya: ” Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Surat Yaasiin: 21).

Faidah (1). Ayat di atas menceritakan tentang ucapan Habib bin Najjar (pemuda desa yang membela 3 Rasul utusan Allah di hadapan kaumnya yang menentang, kisah dan faidahnya silahkan lihat tulisan saya http://minhajussunnah.or.id/kisah-teladan/kisah-habib-an-najjar/), Allah sebutkan kisah ini sebagai bentuk keridhaan kepada ucapan tersebut dan kepada orang yang mengucapkannya. Dan setiap individu PARA Shahabat Nabi adalah sosok yang tidak mengharapkan imbalan dari pengikut setelahnya, kita berani katakan demikian karena memang mereka mendapat petunjuk dari Allah, dan orang yang mendapatkan petunjuk tentu paling layak untuk diikuti.

Allah berfirman bahwa para Shahabat adalah orang-orang yang mendapat petunjuk:

وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: “………Sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (Surat Ali Imran: 103).

Al-Imam Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata: “kata la`alla (yang berarti agar, mudah-mudahan) dari Allah maknanya adalah KEPASTIAN (bahwa mereka PASTI MENDAPAT PETUNJUK). (Lihat I`laamul Muwaqqi`iin [V/566-567]).

(20). SURAT AL-FATH AYAT 29

Allah –Subhanahu Wa Ta`ala- berfirman:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya: “Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu meihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat, adapun sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil adalah seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar”. (Surat Al-Fath: 29).

Faidah (1). Allah memberitahukan tentang sifat  Nabi Muhammad –shallallahu`alaihi wa sallam- bahwa beliau adalah seorang Rasul yang benar dan tidak perlu diragukan dan dipertanyakan lagi, di mana Dia berfirman: “Muhammad adalah utusan Allah”. Kemudian Allah memberikan pujian secara khusus bagi para Shahabat beliau, mudah-mudahan Allah meridhai mereka semua, di mana Allah berfirman: “dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka”, Dan seterusnya hingga akhir ayat.

Faidah (2). Ketika Allah memuji mereka (para Shahabat) tentu cukup bagi kita tentang keutamaan mereka untuk diikuti dalam bersikap terhadap orang kafir, dalam berlemah lembut terhadap sesama muslim, dalam rukuk, dalam sujud, dalam shalat, dalam mencari keridhaan Allah, dalam mencari Surga, dalam beragama secara umum.

|Selesai Ditulis Di Kotaraya, Sulawesi Tengah. Pada Kamis Malam Jum`at, 04 Jumaadal Uula 1440 H/10 Januari 2019 M.

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: