BUKAN TEMPAT PERISTIRAHATAN YANG TERAKHIR

Ditulis Oleh: Ustadz Abu Uwais Musaddad

Sebagian orang ada yang sering mengatakan atas kematian saudaranya dengan kalimat “dia sudah sampai pada peristirahatannya yang terakhir” yaitu alam kubur.

Padahal, peristirahatan yang terakhir adalah surga. Bagi yang memiliki iman.

Alam kubur adalah tempat sejenak, untuk kembali setelah itu melanjutkan perjalanan menuju alam akhirat.

Bukankah Allah berfirman:

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Artinya: “sampai kamu masuk ke dalam kubur”. (Surat At-Takatsur: 2).

Dalam ayat ini Allah memilih kata “zurtum” artinya kalian berziarah, bukan kalian menetap. Berziarah itu sejenak bukan selamanya. Kuburan hanyalah tempat singgah, bukan tempat peristirahatan yang terakhir. Seseorang yang dikuburkan selama 100 tahun, atau 200 tahun, atau bahkan 1000 atau 2000 tahun lamanya jika dibandingkan dengan alam akhirat yang abadi niscaya lamanya waktu di alam kubur hanya seperti ziarah sesaat saja.

Ketahuilah!!!

Tidak selamanya manusia berada di alam kubur setelah kematiannya. Agar dipahami pula bahwa: masih ada hari akhirat.

(Sumber: Status Fb. Ustadz Abu Uwais Musaddad, no. 0943).

———
Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Kec. Mepanga Kab. Parigimoutong Palu – Sulawesi Tengah, Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: