DUNIA DAN SRIGALA

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Rasulullah –shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

Artinya: “Kerusakan pada sekawanan kambing akibat dua srigala lapar yang dilepaskan padanya, itu tidaklah lebih parah dibandingkan kerusakan yang terjadi pada agama seseorang akibat kerakusannya terhadap harta dan kemuliaan”. (Riwayat At-Tirmidzi, no. 2376, Ahmad [3/456], dishahihkan Asy-Syaikh Salim Al-Hilali dalam Silsilahtul Manahi Asy-Syar`iyyah [4/195]).

Kertas diremas akan kusut, baju dikoyak akan robek, daging dicabik-cabik akan terburai, agama dihantam fitnah dunia akan porak poranda.

Kusutnya kertas, robeknya baju, terburainya daging ketika sebabnya adalah diperebutkan oleh dua binatang buas bernama srigala lapar, itu belum seberapa dibanding porak-porandanya agama seseorang ketika ia terfitnah rakus terhadap dunia.

Karena fitnah dunia sholat seseorang terlambat, lalu benar-benar tertinggal, lalu sholat di akhir waktu, lalu menyepelekan wajibnya.

Karena fitnah dunia kejujuran seseorang memudar, lalu menggampang-gampangkan dusta.

Karena fitnah dunia kehati-hatian seseorang musnah, lalu menghalalkan segala cara.

Karena fitnah dunia kesibukan seseorang tak lagi terarah, lalu tak pernah mencari ilmu agama, sekalinya mencari pun di majelis masih membawa dunia dengan sibuk sambil berbisnis melalui hape sampai lupa apa yang sedang dibahas di majelis ilmu oleh gurunya.

Karena fitnah dunia akhlak seseorang menjadi murahan dan tak pandang etika, menjadi musuh dalam selimut menggunting dalam lipatan tak ada lagi menyayangi yang kecil tak ada lagi menghormati yang tua.

Karena fitnah dunia seorang istri tak menaati suaminya, seorang suami tak menghargai istrinya, seorang anak tak berbakti kepada orang tuanya, seorang murid tak memperhatikan hak gurunya, seorang guru mengkhianati amanah yang dipikulnya.

Ketahuilah –semoga Allah merahmati kita-!!!

Setiap sakit ada obatnya, rusaknya agama obatilah dengan kembali kepada Allah, kembali kepada agama yang benar berdasarkan pemahaman para shahabat ketika memandang dunia.

Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ، وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ، وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ، وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ عَنْكُمْ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

Artinya: “Jika kalian berjual beli dengan cara `inah, dan kalian mengambil ekor-ekor sapi dan kalian rela dengan bercocok tanam dan kalian tinggalkan jihad, Allah `Azza wa Jalla akan menimpakan kehinaan kepada kalian. Kehinaan itu tidak akan diangkat dari kalian SAMPAI KALIAN KEMBALI KE AGAMA KALIAN. (Riwayat Ahmad no. 4987, Abu Dawud no. 3462, dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani).

Lihatlah cara pandang Nabi tentang Dunia, tentu cara pandang inilah yang dipraktekkan para Shahabat beliau –radhiyallahu `anhum- karena mereka adalah generasi yang paling sempurna keteladanannya kepada Rasulullah. Beliau bersabda:

مَالِيْ وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا وَالدُّنْيَا؟ إِنَّمَا مَثَلِيْ وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رَاكِبٍ ظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

Artinya: “Apalah artinya dunia ini bagiku? Apa urusanku dengan dunia? Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya. (Riwayat Ahmad [I/391, 441], At-Tirmidzi no. 2377, Ibnu Majah no. 4109 dan Al-Hakim [IV/310] dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu `anhu-. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 438).

||Kotaraya – Palu – Sulawesi Tengah. Sabtu 25 Jumaadal Aakhirah 1440 H/ 02 Maret 2019 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1211).

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: