IPARMU ADALAH KEMATIAN

Ditulis Oleh: Ustadz Abu Uwais Musaddad

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

Artinya: “Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita.” Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” Beliau menjawab, “Al-Hamwu (ipar) adalah kematian.” (Riwayat Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172).

Adapun penafsiran makna “ipar adalah kematian” dari beberapa penafsiran para ulama`, yang sangat mudah dipahami In Syaa’allah adalah sebagaimana apa yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar -rahimahullah- berikut:

“Dikatakan bahwa berdua-duaan bersama ipar (adalah kematian atau maut) maksudnya hal itu dapat mengantarkan kepada kebinasaan agama seseorang apabila terjadi kemaksiatan, atau mengantarkan kepada kematian apabila terjadi kemaksiatan (yaitu zina) dan wajib untuk dirajam (dengan perintah penguasa), atau mengantarkan kepada kehancuran wanita tersebut karena bercerai dengan suaminya apabila suaminya cemburu sehingga berakibat suami menceraikan istrinya tersebut, semua makna ini diisyaratkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi”. (Fathul Baari [IX/332]).

– Hindarilah mendekati wanita yang bukan mahrom, siapa pun dia, termasuk ipar.

– Semua jalan yang mendekatkan pada perzinaan telah ditutup, maka jangan mencari-cari celahnya.

– Jangan pernah merasa aman dari fitnah wanita, tatakala engkau merasa tidak punya perasaan apa-apa terhadapnya padahal bisa jadi itu tipuan syetan semata.

– Berzina dengan ipar menunjukkan perzinaan yang terjadi setelah menikah, bukan sesama bujang, tentunya dosanya LEBIH BESAR lagi karena dilakukan setelah menikah yang semestinya hal itu lebih mudah diredam.

– Islam, tidak ada agama yang lebih menjaga keharmonisan rumah tangga, kesucian wanita, kewibawaan pria selain agama Islam yang diridhoi Allah ini. Wallahu A`lam.

(Sumber: Status Fb. Ustadz Abu Uwais Musaddad, no. 0919).
——
Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: