KARENA WANITA BEGITU MULIA

KARENA WANITA BEGITU MULIA

Berwasiatlah yang baik-baik kepada para wanita, baik itu ibumu, istrimu, dan anakmu.

Saat engkau melihat ibumu maka ingatlah bahwa “surga di bawah telapak kakinya”.

Saat engkau melihat istrimu maka ingatlah “sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya”.

Saat engkau melihat anakmu maka ingatlah bahwa “ia adalah tameng penghalangmu dari api neraka”.

(1). Rasulullah bersabda dalam sebuah riwayat dari mu`awiyah bin Jahimah as-salami bahwa sannya Jahimah pernah datang menemui Nabi lalu berkata kepada Nabi:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ، وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيْرُكَ. فَقَالَ: هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata: “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.” (Sanadnya dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

(2). Rasulullah -shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

اسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Artinya: “Berwasiatlah kepada para wanita dengan kebaikan”. (Riwayat Bukhari no. 5186 dan Muslim no. 1468).

Rasulullah -shallallahu`alaihi wa sallam- juga bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (Riwayat At-Tirmidzi no. 3895).

(3). Rasulullah -shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:

مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

Artinya: “Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka”. (Riwayat Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629).

Ibumu adalah WANITA, Istrimu adalah WANITA, saat engkau juga dikaruniai anak WANITA, bagaimana mungkin engkau tidak memuliakan wanita???

|Abu Uwais Musaddad
|Sulawesi, Selasa 29 Dzulqa`dah 1438 H/22 Agustus 2017 M.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: