NASEHAT DA`I SENIOR

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Shalat adalah amalan yang utama, bahkan bagian dari rukun Islam. Allah mengistimewakan dan meninggikan kedudukan shalat, syariat sholat ini tidak diterima di bumi sebagaimana syariat ibadah yang lainnya. Bahkan Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam- menerimanya dengan cara langsung berjumpa dengan Allah Ta`ala.

Syariat ini pula satu-satunya syariat yang Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- meminta keringanan dalam pelaksanaannya. Awalnya shalat itu diwajibkan 50 waktu dalam sehari semalam. Karena anjuran dan kasih sayang Nabi Musa terhadap umat Muhammad maka Nabi Musa menyarankan agar Nabi Muhammad meminta pengurangan dari Allah. Hingga akhirnya Allah Ta’ala menjadikan syariat shalat ini hanya 5 waktu saja. Alhamdulillah.

Nabi Musa -`alaihissalaam- adalah da`i yang lebih dahulu berdakwah atau kita lebih sering menyebutnya dengan ungkapan da`i SENIOR, beliau berkata kepada Nabi Muhammad –shallallahu `alaihi wa sallam- (da`i yang berdakwah belakangan, atau kadang kita menyebutnya da`i muda):

إِنَّ أُمَّتَكَ لاَ تَسْتَطِيعُ خَمْسِينَ صَلاَةً كُلَّ يَوْمٍ ، وَإِنِّي وَاللَّهِ قَدْ جَرَّبْتُ النَّاسَ قَبْلَكَ ، وَعَالَجْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَشَدَّ المُعَالَجَةِ ، فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ

Artinya: “Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu melaksanakan 50 shalat setiap hari, Demi Allah, Sesungguhnya aku telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelummu, dan aku telah berusaha keras membenahi Bani Israil dengan sungguh-sungguh, maka kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan untuk ummatmu!”.

Maka Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- terus meminta keringanan kepada Allah sehingga beliau diperintahkan dengan 5 shalat setiap hari. (Lihat Haditsnya Secara Lengkap Pada Riwayat Al-Bukhari no. 3887, Muslim no. 162).

Perhatikanlah! –semoga Allah merahmati kita-! Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- adalah da’i yang berdakwah belakangan atau dalam bahasa kita adalah da’i muda, beliau mau mengikuti nasihat dan saran Nabi Musa yang lebih dahulu berdakwah dari beliau, yang lebih berpengalaman dalam menangani permasalahan ummat, lebih dahulu membenahi suatu kaum.

Padahal Nabi Muhammad –shallallahu `alaihi wa sallam- tentu lebih utama dari Nabi Musa -`alaihissalaam-, akan tetapi Nabi Musa menasehati beliau dengan berlandaskan pengalamannya dalam menangani ummat.

NAK, Menasehati tidak selamanya dimaknai ngatur-ngatur, bertanya kepada yang berpengalaman tidak selamanya dimaknai dakwah dibawah komando, kelak jika engkau telah menjadi orang tua dan mengkhawatirkan generasimu –in syaa’allah- engkau menjadi tahu betapa besar kasih sayang guru-gurumu terhadap keselamatan agamamu.

|Kotaraya, Sulawesi Tengah Rabu 07 Dzulqa`dah 1440 H/10 Juli 2019 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1242).

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: