SEKIRANYA BUKAN KARENA DERITA

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Banyak hal-hal yang menakjubkan di alam ini dari apa-apa yang merupakan aturan Allah bagi seluruh makhluknya. Diantara yang menakjubkan itu adalah bahwa segala sesuatu yang mahal harganya, tinggi nilainya, maka jalan untuk mendapatkannya begitu panjang, jalan untuk nenggenggamnya begitu sangat meletihkan.

Misalnya saja surga, ia diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disukai oleh jiwa.

Misalnya pula wanita shalihah, ia tidak dapat dilihat tubuhnya di jalan-jalan terbuka karena tertutup auratnya dg sempurna, sehingga untuk mendapatkannya mesti ijin walinya dgn menikahinya baik menjadi istri ke empat, tiga, dua atau pertama.

Misalnya pula menuntut ilmu, karena ilmu merupakan perkara yang mulia, maka ia tidak dapat diraih dengan berleha-leha, bahkan mesti bersusah payah membeli banyak kitab, menahan kantuk dalam begadang, memaksa lelah dalam mengulang pelajaran, meninggalkan banyak kelezatan dunia seperti minum dan makan. Sampai-sampai sebagian ahli fiqih berkata: “selama bertahun-tahun aku menginginkan makanan yg terbuat dari gandum dan daging, namun itu tak pernah bisa, karena waktu makanan itu dijual adalah saat dimana aku harus mendengarkan pelajaran.

Seorang penyair berkata: “SEKIRANYA BUKAN KARENA KEPAYAHAN, TENTUNYA SEMUA MANUSIA DENGAN MUDAH MENJADI MULIA”

Seseorang akan mulia setelah teruji dari berbagai ujian, kepayahan, kesusahan, kesulitan, derita dan bencana yang menimpanya.

Seperti itu pula mencari pahala akhirat, ia akan bertambah sesuai dgn kadar kesungguhan dan ibadahnya, atau sesuai dgn kadar harta yang ia keluarkan dari dirinya, atau sesuai dengan kesabaran atas hilangnya sesuatu yang dicintainya, atau sesuai dengan kadar kesusahan dalam mengamalkannya.

Sekiranya bukan karena derita yang ditanggung Nabi Yusuf, tentulah tidak dikatakan kepanya: “ayyuhash-shiddiiq” (artinya: wahai orang yang amat dipercaya) (Yusuf: 46).

|Sulawesi, Ahad 17 Rabii’ul Awwal 1435 H/ 19 Januari 2014 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 0658).

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: