TERUSLAH MENGAJAK KEPADA KEBAIKAN

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Dakwah ini bukan dibatasi pahalanya hanya dari mereka yang bisa berdiri di atas mimbar, duduk di depan mic, atau berdalil di sekitar banyak kamera. Karena yang andil dalam keberhasilan dakwah itu bukan hanya ustadznya, bahkan berduyun-duyunnya jamaah seringnya bukan karena ustadznya pernah mendatangi satu persatu rumah mereka semua untuk berceramah, lah wong jumlah mereka terlalu banyak dan belum tentu ada waktu untuk hal mulia tersebut jika hanya mengandalkan waktu sang ustadz sebanyak 24 jam sehari di mana pasti memiliki kesibukan lain. Ketahuilah! namun di sana ada para pejuang lain yang door to door untuk mengmbil simpati agar mau diajak ngaji, memberikan edukasi keagamaan di sela obrolannya, menge-share ilmu syar`I di berbagai kesempatan dan tempat yang ada, memfasilitasi keberangkatan temen-temen yang lain ke majelis ustadz yang dipercaya.

Dan kuncinya, dakwah ini bukan tentang berapa triliyun orang yang sudah mendapat hidayah di tanganmu, bukan, karena itu urusan Allah, itulah hidayah taufiq. Namun jika itu terjadi ya Alhamdu lillah. Tugas kita adalah seberapa banyak orang yang sudah kita ajak, karena memang kita tidak mungkin memaksa mereka untuk mengikuti al-haq, semua orang punya pilihan dan akan bertanggung jawab menerima konsekuensi atas pilihannya yang pernah ia anggap bijak.

Teruslah mengajak kepada kebaikan, itu bagian dari dakwah. Bukankah Rasulullah -shallallahu `alaihi wasallam- bersabda:

فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Artinya: “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik bagimu dari mendapatkan unta merah”. (Riwayat Al-Bukhari no. 2942 dan Muslim no. 2406).Kata Al-Imam An-Nawawi: “Dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang keutamaan ilmu. Juga dalam hadits tersebut dijelaskan keutamaan seseorang yang mengajak pada kebaikan. Begitu pula hadits itu menjelaskan keutamaan menyebarkan sunnah (ajaran Islam) yang baik”. (Lihat Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Dar Al-Ma`rifah Cet, Beirut [XV/174].

Teruslah mengajak kepada kebaikan, itu bagian dari sedekah. Bukakah Rasulullah -shallallahu `alaihi wasallam- bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ قَالُوا لِلنَّبِيِّ ﷺ: يَا رَسُولَ اللهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ، قَالَ: أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

Artinya: “Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu bahwa beberapa orang dari Sahabat berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah! Orang-orang kaya telah pergi dengan membawa banyak pahala. Mereka shalat seperti kami shalat, mereka puasa seperti kami puasa, dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan salah seorang dari kalian bercampur (berjima’) dengan istrinya adalah sedekah.” Mereka bertanya : “Wahai Rasulullah! Apakah jika salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya (bersetubuh dengan istrinya) maka ia mendapat pahala di dalamnya?” Beliau menjawab : “Apa pendapat kalian seandainya ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, bukankah ia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang halal, maka ia memperoleh pahala”. (Riwayat Muslim no. 720).

Teruslah mengajak kepada kebaikan yang akan berbuah omset kebaikan akhirat, para sales dagangan saja gak bosen melakukan canvassing untuk omset dunia yang singkat.Teruslah menebar hidayah, yaitu hidayah al-bayan wal irsyad, yaitu upaya memberikan bimbingan dan penjelasan, MESKIPUN KITA BUKAN USTADZ, dan tugas ini tidak berkonsekuensi harus menghasilkan hidayah taufiq, karena hidayah taufiq itu hak Allah, Allah akan memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki, sebagaimana firman-Nya:

وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَلَٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَلَتُسۡ‍َٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٩٣

Artinya: Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan”. (Surat An-Nahl: 93).

Dakwah ini bukan ujug-ujug membludak dalam sekejap, di sana ada kerja keras tim-tim senyap, mereka menelaah kitab lalu menulis satu atau dua paragraph, mengolah video kajian sampai begadang dan tidurnya hanya sekejap, mendesain poster dakwah lalu menerbangkannya ke berbagai media tanpa sayap, jika kita kesulitan mengambil bagian ini karena dalam teknologi terlalu gagap, kitab bisa berdakwah juga dengan sikap. Allahu A`lam.

Status ini awalnya belum jadi alias belum selesai dan saya keburu mau safar tipis-tipisan, qadarullah motor malah bocor ban, akhirnya sambil nunggu ditambal terlanjutkanlah tulisan, ada hikmah juga mendadak mandeg di pinggir jalan.

|Tilung, Sulawesi Tengah. Ahad 15 Syawal 1441 H/ 07 Juni 2020 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1300).

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: