BERSIHKAN HATI SEBELUM BULAN SUCI

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Taubat pada dasarnya adalah kewajiban semumur hidup. Akan tetapi karena akan (menyambut) kedatangan bulan yang agung dan barokah ini, maka lebih tepat lagi jika seseorang segera bertaubat dari dosa-dosanya yang diperbuat kepada Allah serta dosa-dosa karena hak-hak orang lain yang terzalimi. Agar ketika memasuki bulan yang barokah ini, dia disibukkan melakukan ketaatan dan ibadah dengan dada lapang dan hati tenang.

Allah ta’ala berfirman:


وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Surat An-Nur: 31).

Dan dari Al-Aghar bin Yasar radhiallahu ’anhu dari Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat (kepada Allah) dalam sehari seratus kali”. (Riwayat Muslim, no. 2702).

Bila ada yang bertanya; mengapa mesti bertaubat untuk mempersiapkan ibadah? Jawabannya agar hati kita bersih saat beribadah, dan amal kita menjadi amalan yang dikerjakan beriring semangat. Karena banyaknya seseorang terganggu dan malas dalam amal shalih disebabkan karena dosa-dosanya sendiri.

Fudhail bin Iyadh -rahimahullah- pernah berkata: “Jika engkau tidak mampu menunaikan shalat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau sebenarnya sedang dalam keadaan terhalang, karena dosa-dosamu begitu banyak”.

Intinya, terhalangnya seseorang dari ibadah adalah karena terbelenggu oleh dosanya. Maka tanyakan kepada diri masing-masing saat terhalang dari puasa, saya dosa apa ya? Saat terhalang dari membaca al-qur’an, saya dosa apa? Saat terhalang dari majelis ilmu, saya dosa apa ya? Bisa saja seseorang terhalang karena alasan syar`I, dan tidak sedikit yang alasan tersebut karena pintarnya syetan mengelabuhi.

Penting pula untuk disadari bahwa malas beribadah termasuk tanda kemunafikan, itulah mengapa kaum munafiq malas sholat berjamaah terlebih di saat tak ketahuan oleh manusia yang lain (`Isyaa dan Shubuh karena gelapnya).

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ

Artinya: “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’”. (Riwayat Bukhari no. 657).

Semoga Allah menghidarkan kita dari sifat munafiq.

TERAKHIR, kata Ibnul Qayyim: -diantara pengaruh kemaksiatan adalah- Menimbulkan sifat lemah baik pada agama dan badannya, sehingga pelaku maksiat terasa berat dan malas untuk melakukan ketaatan.

|Kotaraya – Palu – Sulawesi Tengah. Sabtu 21 Sya`ban 1440 H/ 27 April 2019 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1224).

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000 (MUKHLISIN) /085361615000 (ADMIN)

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: