GEMBIRA DENGAN DATANGNYA RAMADHAN

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Sesungguhnya mendapatkan bulan Ramadan termasuk nikmat Allah yang agung bagi seorang hamba yang muslim. Karena bulan Ramadan termasuk musim kebaikan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Nabi –shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ , تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ, وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ, وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ, لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ,مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Artinya: “Telah datang ramadhan kepada kalian, bulan penuh berkah, Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa padanya, di dalamnya dibukakan pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu pemimpin setan, dan di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang diharamkan dari kebaikannya maka sungguh dia telah-benar-benar diharamkan dari kebaikan”. (Riwayat An-Nasa’I no. 2106, Ahmad no. 8769, dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 999).

Rasulullah sangat bergembira bila menjelang datangnya bulan Ramadhan, sampai beliau bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ ، وَمَرَدَةُ الْجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ ، وَيُنَادِي مُنَادٍ : يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ ، وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Artinya: “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba, maka syetan-syetan dan pembesar Jin dibelenggu, pintu-pintu Neraka ditutup sehingga tidak ada satupun pintu Neraka yang terbuka. Dan pintu-pintu Surga dibuka sehingga tidak satupun pintu Surga yang ditutup. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil: “Wahai pencari kebaikan, sambutlah!!!! Wahai pencari kejelakan kurangilah!!! Dan Allah membebaskan orang-orang dari api Neraka pada setiap Malam (Ramadhan)”. (Riwayat At-Tirmidzi no. 682, Ibnu Majah no. 1642, dan dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahiihul Jaami` no. 759, dari sahabat Abu Hurairah -radhiallahu ’anhu-).

Kalimat “Wahai pencari kebaikan, sambutlah!!!! Ini menunjukkan bahwa mestinya seorang muslim bergembira dan menyambut datangnya Ramadhan dengan suka cita.
Jangan sampai kita menjadi salah satu dari orang yang ketika datang bulan Ramadhan bukannya bergembira namun malah merasa sempit di dada, merasa akan terpenjara,mungkinkah kita-lah syetan dari jenis manusia yang bila datang Ramadhan jiwanya terpenjara dan merasa sempit?, mungkinkah kita-lah syetan dari jenis manusia yang bila datang Ramadhan jiwanya terpenjara dan merasa tak bisa leluasa dalam makan dan minum?. Syetan-syetan dari jenis manusia seperti itu memang ada, sebagaimana ketika adzan berkumandang mestinya syetan yang lari menjauh, namun ternyata ada juga manusia yang lari menjauh dengan cara menutup telinga atau membuat sesuatu yang gaduh atau mengerjakan seseuatu yang menjadi sebab tak memperhatikan adzan. Kita berlindung kepada Allah dari sifat-sifat syetan jenin ini.

Pada hakikatnya, perintah berpuasa dengan menahan makan dan minum dari sejak terbit fajar yakni waktu shubuh sampai terbenam matahari serta meninggalkan hal-hal yang bisa membatalkan puasa dengan niat ibadah untuk Allah adalah sebuah amalan yang sangat penting.

Dengan Ramadhan seakan Allah mengajari kita bahwa dalam hidup ini mesti wajib punya REM. Dalam 12 bulan, Allah buatkan kita peraturan ngeREM sebulan dalam masalah makanan dan minuman serta hal-hal lain seputar puasa.
Dan REM ini jangan pernah dianggap remeh, bahkan bila seseorang ingin selamat dan bahagia mesti wajib punya REM, tidak boleh dalam hidup ini GAS terus, karena bukannya selamat malah tidak akan sampai tujuan, bukan?

Coba bayangkan!!! Sejenak saja!!! Bila kita menjadi penumpang dalam sebuah mobil rental –misalnya-, setelah kita menikmati beberapa menit tiba-tiba sopir memberi tahu kita bahwa mobil yang sedang dikendarai ini tidak ada REMnya, hanya ada GAS saja, kira-kira kita akan bersyukur ataukah panik tak terkira? Ya, kita akan ketakutan karena hilangnya sebab keselamatan yang biasanya menjadi sebab sebuah mobil mampu dikendalikan dengan baik.

INGIN SURGA TAPI TANPA REM? MIMPI. Ingin surga namun terus menerjang dosa, menerjang aturan, menerjang kemaksiatan, menerjang larangan, tidak mau diatur oleh Allah dengan batasan-batasan syari`at, bukan seperti itu cara sampai pada tujuan, kawan.

Jadi, BERGEMBIRALAH dengan datangnya bulan Ramadhan, sebagaimana kita bergembira ketika hampir menabrak jurang lalu ternyata REM kita masih berfungsi dengan baik.

Syariat datang untuk kemaslahatan hamba, bukan untuk menyulitkannya. Allah berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (Surat Al-Baqarah: 185).

|Kotaraya – Palu – Sulawesi Tengah. Selasa 24 Sya`ban 1440 H/ 30 April 2019 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1228).

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000 (MUKHLISIN) /085361615000 (ADMIN)

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: