KATAKAN!: AKU SEDANG BERPUASA

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :قَالَ الله عَزَّ وَجَلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ، الصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ، وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ. وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ. لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ صَوْمِهِ

Artinya: Dari Abu Hurairah -radhiyallahu `anhu ia- ia berkata: Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda: Allah `Azza wa Jalla berfirman: Semua amal perbuatan anak Adam untuk dirinya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.Puasa adalah perisai. Apabila seseorang di antara kamu berpuasa, janganlah berkata kotor/keji dan berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci makinya atau mengajak bertengkar, katakanlah: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kesturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb-nya. (Riwayat Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 1894, Muslim 1151).

Faidah:

1. Puasa itu terkecualikan dari amal-amal yang dilipat gandakan dengan batasan jumlah. Namanya amalan, bisa jadi Allah lipatgandakan pahalanya sampai sepuluh kali lipat atau bahkan tujuh ratus kali lipat.

Namun tidak seperti itu dengan puasa, puasa itu pahalanya tidak dibatasi dengan pelipatan jumlah tertentu, bahkan Allah yang akan melipatgandakannya tanpa batasan angka, karena puasa termasuk dari jenis kesabaran (sabar menerima taqdir syari`at, sabar dalam menjalankan perintah, sabar dalam meninggalkan larangan), sehingga pahalanya pun tanpa batas sebagaimana pahala sabar.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas”. (Surat Az-Zumar: 10).

2. Puasanya adalah perisai, perisai dari syahwat di dunia, oleh karena itu para pemuda yang belum mampu menikah dianjurkan oleh Nabi untuk berpuasa, karena keumumannya pemuda memiliki syahwat yang menggelora.

Rasululullah –shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

Artinya: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)”.

Puasa juga perisai atau tameng di akhirat dari api neraka.

3. Ucapan dusta, kotor dan keji memang tidak membatalkan puasa, namun bisa menghapus dan menghilangkan pahalanya sehingga pelakunya hanya mendapat lapar dan dahaga saja dari puasanya tanpa mendapat pahala.

4. Jauhilah pertengkaran di saat puasa, karena bisa memicu teriakan dan sumpah serapah bahkan kata-kata keji. Dan bila terpaksa diajak berkelahi maka solusi dari nabi dan ini sebagai obat paling manjur adalah katakan saja: aku sedang puasa.

5. Bau mulut orang yang berpuasa itu mulia di sisi Allah Ta`ala, memang di sisi manusia tidak demikian, namun di akahirat berubah menjadi kebaikan. Missal yang lain adalah darah para syuhada` yang gugur di medan jihad, secara kasat di dunia menebar aroma amis, namun di sisi Allah adalah harum.

Rasululullah –shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

كُلُّ كَلْمٍ يُكْلَمُهُ المُسْلِمُ في سَبيلِ اللَّهِ، يَكونُ يَومَ القِيَامَةِ كَهَيْئَتِهَا، إذْ طُعِنَتْ، تَفَجَّرُ دَمًا، اللَّوْنُ لَوْنُ الدَّمِ، والعَرْفُ عَرْفُ المِسْكِ

Artinya: “Setiap luka yang didapatkan seorang Muslim di jalan Allah, maka pada Hari Kiamat keadaannya seperti saat luka tersebut terjadi. Warnanya warna darah dan harumnya sewangi misik”. (Riwayat Al-Bukhari no. 237, Muslim no. 1876).

6. Untuk orang yang berpuasa akan mendapat dua kebahagiaan sekaligus, ini jika puasanya baik dan ikhlas. Yakni akan bahagia di saat berbuka dan berbagia ketika betemu dengan Allah Ta`ala.

|Kotaraya – Palu – Sulawesi Tengah. Selasa 02 Ramadhan 1440 H/ 07 Mei 2019 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1232).

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000 (MUKHLISIN) /085361615000 (ADMIN)

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: