WAHAI PENCARI KEBAIKAN SAMBUTLAH!!!!

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَاب، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَاب، وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Artinya: Dari Abu Hurairah –radhiyallahu `anhu- ia berkata: Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda: “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba, maka syetan-syetan dan pembesar Jin dibelenggu, pintu-pintu Neraka ditutup sehingga tidak ada satupun pintu Neraka yang terbuka. Dan pintu-pintu Surga dibuka sehingga tidak satupun pintu Surga yang ditutup. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil: “Wahai pencari kebaikan, sambutlah!!!! Wahai pencari kejelakan kurangilah!!! Dan Allah membebaskan orang-orang dari api Neraka pada setiap Malam (Ramadhan)”. (Riwayat At-Tirmidzi no. 682, Ibnu Majah no. 1642, dan dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahiihul Jaami` no. 759, dari sahabat Abu Hurairah -radhiallahu ’anhu-).

Faidah Hadits:

1. Bagaimana mungkin seseorang yang melawan musuhnya tidak bahagia bila musuhnya kini harus mendekam dalam gerak yang susah. Maka ini adalah kesempatan memperbanyak jalan menuju kebaikan dan menuju kemenangan bagi mereka yang meyakini bahwa selama ini Syetan adalah musuh yang nyata, sebagaimana firman Allah:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Artinya: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Surat Fathir: 06).

2. Syetan itu musuh, jangan dijadikan teman.

3. Ramadhan adalah bulan yang mulia, sangking mulianya sampai-sampai syetan dibelenggu agar tidak membuat onar dan menciderai orang-orang yang sedang beribadah di dalamnya.

4. Anjuran menyambut Ramadhan, bukan sebatas menganggap tak ubahnya bagaikan bulan-bulan lainnya yang berputar karena putaran waktu.

5. Menyambut Ramadhan bukanlah dengan membakar petasan, pawai mengganggu jalan, ziarah khusus ke kuburan, namun menyambut Ramadhan adalah dengan memperbanyak amal shalih di dalamnya, dan mengurangi kemaksiatan kepada Allah Ta`ala.

6. Manfaatkanlah keleluasaan ini, kumpulkan sebanyak-banyaknya amal-amal shalih, lebih semangatlah ketimbang tahun sebelumnya, dan lebih bersungguh-sungguhlah melebihi ummat-ummat sebelum kita saat mereka dahulu juga disyariatkan berpuasa.

7. Urungkan niat-niat jahat, cegah dengan menginjak rem nafsu sekuatnya bila maksiat hendak menerobos pintu keburukan, karena kegagalan Ramadhan tahun ini belum tentu terobati dengan hadirnya tahun depan.

|Kotaraya – Palu – Sulawesi Tengah. Senin 01 Ramadhan 1440 H/ 06 Mei 2019 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1231).

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000 (MUKHLISIN) /085361615000 (ADMIN)

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: