TAFSIR AS-SA`DIY (29) “HADIAH” KALUNG UNTUK MEREKA YANG KIKIR

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Allah Ta`ala berfirman:

وَلَا يَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ هُوَ خَيۡرٗا لَّهُمۖ بَلۡ هُوَ شَرّٞ لَّهُمۡۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِۦ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١٨٠

Artinya: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Surat Ali Imran: 180).

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`diy -rahimahullah- mengatakan: “Maksudnya, janganlah orang-orang yang pelit itu menyangka, yaitu orang yang menahan sesuatu yang mereka miliki dari sesuatu yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka berupa karunia-Nya seperti harta, kedudukan, ilmu dan sebagainya, yang telah Allah berikan kepada mereka dan Allah memerintahkan mereka untuk mendermakan harta yang tidak akan membahayakan mereka ketika mendermakan kepada hamba-hamba-Nya, namun mereka malah bakhil tentang hal tersebut, mereka malah menahannya dari hamba-hamba Allah, dan mereka berfikir bahwa hal tersebut akan berakibat baik pada mereka. Padahal itu justru lebih buruk buat mereka dalam agama mereka dan dunia mereka, cepat atau pun lambat. Allah berfirman:

سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِۦ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ

Artinya: “… Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat…”. (Surat Ali Imran: 180).

Maksudnya, Allah akan menjadikan harta yang mereka bakhilkan itu sebagai kalung pada leher-leher mereka seraya mereka disiksa dengannya. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits yang shahih:

إن البخيل يمثل له ماله يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَقُولُ: أَنَا مَالُكَ، أَنَا كَنْزُكَ

Artinya: “Sesungguhnya orang yang bakhil itu pada hari Kiamat, hartanya akan dijadikan seekor ular jantan yang botak yang memiliki dua taring, kemudian ia akan mematok kedua rahang (pemilik)nya seraya berkata: Aku adalah hartamu, aku adalah harta simpananmu”. (Riwayat Al-Bukhari no. 1403, 4565 dengan lafadz yang berbeda, dan Muslim no. 987).

Lalu Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- membaca ayat ini untuk membenarkannya. Orang-orang bakhil itu menyangka bahwa kebakhilan mereka berguna bagi mereka dan akan menyelamatkan mereka, namun ternyata perkaranya adalah kebalikannya, yakni kebakhilan mereka itu menjadi bahaya paling besar bagi mereka dan penyebab siksaan bagi mereka.

Allah berfirman:

وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ

Artinya: “… Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi….”. (Surat Ali Imran: 180).
Maksudnya, Allah adalah raja atas segala raja, dan seluruh raja-raja kembali kepada pemiliknya (Allah), dan hamba-hamba akan kembali dari dunia (meninggal dunia) dengan tidak membawa apa-apa dari dirham dan dinar, dan tidak pula harta lainnya. Allah berfirman:

إِنَّا نَحۡنُ نَرِثُ ٱلۡأَرۡضَ وَمَنۡ عَلَيۡهَا وَإِلَيۡنَا يُرۡجَعُونَ ٤٠

Artinya: “Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan”. (Surat Maryam: 40).

Perhatikanlah bagaimana Allah menyebutkan alasan-alasan yang mengharus seseorang itu tidak boleh bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka, Allah menyebutkan alasan-alasan atau sebab-sebab pada awal ayat maupun pada akhir ayat.

SEBAB PERTAMA: (Sebab, apa yang ada pada hamba itu sebenarnya adalah karunia Allah *pent). Allah mengabarkan tentang sesuatu yang ada pada hamba dan yang dimilikinya itu merupakan karunia dari Allah dan nikmat dari Allah dan bukan milik hamba tersebut, bahkan sekiranya bukan karena karunia Allah kepada orang tersebut, niscaya tidak akan ada sama sekali pada diri orang tersebut sesuatu pun dari karunia Allah. Maka tindakan bakhilnya itu menghalangi karunia Allah dan menghalangi kebaikan-Nya. Karena kebaikan Allah itu mengharuskan orang tersebuat berbuat kebaikan juga kepada hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman Allah:

وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ

Artinya: “… dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu…”. (Surat Al-Qashash: 77).

Barangsiapa yang meneliti dengan jeli bahwa apa yang ada padanya itu merupakan karunia Allah, niscaya ia tidak akan menahan karunia tersebut, yang tidak akan membahayakannya akan tetapi justru malah berguna bagi dirinya, bagi hatinya, bagi hartanya, dan bertambahnya iman, serta terpelihara dari mushibah.

SEBAB KEDUA: Sebab, apa yang ada di tangan hamba sekarang ini semuanya akan kembali kepada Allah dan Dia yang mewarisinya. Oleh karena itu, tidak ada gunanya berbuat kikir terhadap sesuatu yang akan hilang darimu dan berpindah kepada selain dirimu.

SEBAB KETIGA: Sebab akan ada balasan dari Allah, Allah berfirman:

وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١٨٠

Artinya: “… Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Surat Ali Imran: 180).

Jika Dia mengetahui seluruh amal yang kalian kerjakan, di mana hal ini berkonsekuensi adanya balasan yang baik terhadap kebaikan dan balasan siksaan terhadap keburukan, maka tidak ada seorang pun yang memiliki iman -meskipun seberat dzarrah (debu halus)- enggan berinfak padahal akan diberikan pahala, serta tidak akan ridha dengan sikap kikir yang mendatangkan siksa.

(Lihat Taisiir Al-Kariimir-rahmaan Fii Tafsiir Kalaamil Mannaan, Hal. 158, Cet. Maktabah An-Nubalaa’. Karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`diy).

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Sabtu 06 Rabi`ul Akhir 1442 H/ 21 November 2020 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1328).

Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535 a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: