TAFSIR AS-SA`DIY (9) SHAHABAT NABI, UMMAT YANG PALING MENDAPAT PETUNJUK. AKUI!

Ditulis Oleh: Abu Uwais Musaddad

Allah –Subhanahu Wa Ta`ala- berfirman:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ

Artinya: “Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (Surat Al-Jumu`ah: 02).

Asy-Syaikh `Abdurrahman bin Nashir As-Sa`diy –rahimahullah- berkata: “Yang dimaksud dengan Al-Ummiyyin (kaum yang buta huruf) yaitu kaum yang tidak memiliki kitab suci dan tidak memiliki keRasulan, baik bangsa Arab atau selainnya dari kalangan yang bukan ahli kitab. Allah -Subhaanahu wa Ta’aala- memberikan nikmat kepada mereka dengan nikmat yang sangat besar melebihi nikmat-Nya kepada selain mereka, karena mereka sebelumnya tidak berilmu dan tidak di atas kebaikan, bahkan mereka berada di atas kesesatan yang nyata; mereka menyembah patung, batu dan pepohonan serta berakhlak dengan akhlak binatang buas, dimana yang kuat memakan yang lemah, bahkan mereka berada dalam kubangan kebodohan yang dalam terhadap ilmu para Nabi, maka Allah -Subhaanahu wa Ta’aala- mengutus seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang mereka ketahui nasabnya, sifat-sifatnya yang baik, amanahnya dan kejujurannya dan Dia turunkan kepadanya kitab-Nya. “yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya”. Yakni ayat-ayat yang pasti dan mengharuskan beriman serta meyakini.

Ayat “menyucikan (jiwa) mereka” dengan menjelaskan dan mendorong mereka pada shifat-shifat yang utama serta mencegah mereka dari akhlak-akhlak tercela.

Ayat “dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah)” maksudnya ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah yang mencakup seluruh ilmu orang-orang terdahulu dan kemudian. Setelah pembelajaran dan penyucian itu mereka menjadi manusia PALING BERILMU bahkan mereka adalah PEMIMPIN AHLI ILMU DAN AGAMA, manusia paling berakhlak mulia dan paling baik petunjuk dan jalannya. Mereka menjadikan diri mereka sebagai petunjuk dan memberi petunjuk pada orang lain sehingga mereka menjadi pemimpin orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan pemimpin orang-orang yang bertaqwa. Maka ketika Allah mengutus di tengah-tengah mereka Rasul tersebut betapa hal tersebut merupakan nikmat yang paling sempurna dan karunia paling besar. (Lihat Taisiir Al-Kariimir-rahmaan Fii Tafsiir Kalaamil Mannaan, Hal. 862, Cet. Maktabah An-Nubalaa’. Karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`diy).

CATATAN:

(1). Ayat ini juga sebagai dasar pijakan dalam dakwah tashfiyah wa tarbiyah (membersihkan umat dari segala yang bukan dari Islam, membersihkan syirik, bid`ah, khurafat dan mendidik umat di atas ajaran Islam yang murni).

(2). Setelah pengajaran dan pembersihan ini mereka (para Shahabat) menjadi manusia yang berilmu, bahkan menjadi imam dalam ilmu dan agama, sempurna akhlaknya, paling baik petunjuk dan jalannya. Di samping itu, mereka juga dijadikan sebagai standar kebenaran oleh Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam beragama ketika terjadi perselisihan di zaman setelah Beliau, sebagaimana sabdanya:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Artinya: “Karena barang siapa yang hidup di antara kamu (setelah ini), maka ia akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham, dan jauhilah perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat”. (Riwayat Ahmad [IV/126-127], Abu Dawud no. 4607, At-Tirmidi no. 2676, Ibnu Majah no. 42, 43).

|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Senin, 08 Jumaadal Uula 1440 H/15 Januari 2019 M.

(Artikel Ini Pernah Dimuat Dalam Akun Facebook Abu Uwais Musaddad Pada Status No. 1207).

Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.

REKENING DONASI: BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2813-504 a.n. MUKHLISIN, Konfirmasi ke nomer HP/WA 085291926000

PROPOSAL SINGKAT DI http://minhajussunnah.or.id/santri/proposal-singkat-program-dakwah-dan-pesantren-minhajussunnah-al-islamiy-kotaraya-sulawesi-tengah/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: