{"id":1630,"date":"2025-02-18T15:45:27","date_gmt":"2025-02-18T07:45:27","guid":{"rendered":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/?p=1630"},"modified":"2025-02-18T15:46:44","modified_gmt":"2025-02-18T07:46:44","slug":"6-hal-yang-sering-dilupakan-menjelang-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/2025\/02\/18\/6-hal-yang-sering-dilupakan-menjelang-ramadhan\/","title":{"rendered":"6 HAL YANG SERING DILUPAKAN MENJELANG RAMADHAN"},"content":{"rendered":"<p><strong>6 HAL YANG SERING DILUPAKAN MENJELANG RAMADHAN<\/strong><\/p>\n<p>Apa sih yang terbenak dalam benak kita setiap terdengar atau terbaca kata ramadhan? Ramadhan, waktu yang selalu datang setiap tahunnya, pasti datang, entah kita sudah hidup, masih hidup, atau sudah mati. Ia bagian dari pergantian bulan yang Allah kehendaki.<\/p>\n<p>Ramadhan selalu identik dengan puasa, dengan membaca Al-qur\u2019an, dengan taqwa. Sebagaimana Allah sebutkan dalam Al-qur\u2019an tentang tujuan puasa adalah la`allakum tattaquun.<\/p>\n<p>Banyak yang sudah berpengalaman dengan datangnya bulan ramadhan, berpangalanan dengan datangnya bulan Ramadhan itu belum tentu bisa dipastikan berpengalaman juga dalam hal menjaga dan memanfaatkan waktu-waktu di bulan Ramadhan. Banyak kaum muslimin bahkan menyepelekan Ramadhan, sebagian mereka berkata: ahh Cuma ramadhan saja kenamapa mesti heboh, gak usah lah di dramatisir, nanti juga bakal selesai, tiap tahun juga datang masak kaget, sudah 30 tahun saya bertemu ramadhan tapi gak taqwa-taqwa juga.<\/p>\n<p>Sebenarnya, masalah tentang \u201ckok gak bisa meraih taqwa\u201d itu kembalinya adalah karena diri kita sendiri, diri kita lah yang bermasalah.<\/p>\n<p>Apa yang mesti kita persiapkan menjelang Ramadhan, agar Ramadhan kita tidak sekedar berlalunya masa tanpa hadiah taqwa? Berikut jawaban yang semoga bisa mengenyangkan rasa lapar dan menghilangkan rasa dahaga terhadap ilmu tentang persiapan Ramadhan.<\/p>\n<p><strong>1). NIAT<\/strong><\/p>\n<p>Niat yang dimaksud di sini bukan nawaitu, namun sebuah tekad dari hati tentang kerelaan dalam menerima ketetapan adanya Ramadhan dan hal-hal yang disyariatkan di dalamnya.<\/p>\n<p>Kesungguhan seseorang tidak akan terjadi tanpa adanya niat yang tulus dan tujuan yang lurus. Seorang anak yang lulus SMA misalnya, yang gak punya niat kuliah tapi dipaksa oleh orang tuanya bahwa ia harus kuliah di universitas A dengan fasilitas mewah sekalipun, kalo itu bukan dari niat yang tulus niscaya \u2013biasanya- tidak akan bertahan lama, atau pun jika bertahan lama paling-paling tidak serius dalam kuliahnya, kenapa? Karena tidak memiliki niat, tidak memiliki tekad, tidak memiliki kerelaan hati, merasa dipaksa, tidak memasang kuda-kuda kesungguhan dalam bertahan. Hanya akan timbul salah satu dari dua hal, entah berhenti kuliah atau lanjut tapi tak serius.<\/p>\n<p>Begitu pun ketika seseorang berhadapan dengan Ramadhan dan hal-hal yang Allah syari`atkan di dalamnya, harus punya niat yang benar, mau ngapain di bulan Ramadhan? Luruskan NIAT.<\/p>\n<p>Rasulullah \u2013shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0625\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0623\u0639\u0645\u064e\u0627\u0644 \u0628\u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u0627 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0645\u0631\u064a\u0621\u064d \u0645\u0627 \u0646\u064e\u0648\u064e\u0649<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cSesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.[1]<\/p>\n<p>Tanpa niat dan tekad yang tulus, kita tidak akan kuat hidup bersama Ramadhan, karena Ramadhan tidak datang sendirian, ia datang bersama dengan teman-temannya, maksudnya ia datang bersama dengan amalan-amalan lain yang tidak hanya sebatas puasa saja, bahakan bersama amalan \u2013amalan lain yang sangat dianjurkan di amalkan di bulan Ramadhan.<\/p>\n<p>Amalan-amalan mulia di bulan yang mulia (Ramadhan) di antaranya adalah:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Puasa<\/strong><\/li>\n<li><strong>Shalat Tarawih<\/strong><\/li>\n<li><strong>Membaca Al-Qur\u2019an<\/strong><\/li>\n<li><strong>Shadaqah dan memberikan makanan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Berdoa<\/strong><\/li>\n<li><strong>I\u2019tikaf<\/strong><\/li>\n<li><strong>Menghidupkan 10 Malam Terakhir Terutama Malam Lailatul Qadr<\/strong><\/li>\n<li><strong>Allah \u2013ta\u2019ala- telah mewajibkan zakat fitrah pada akhir bulan Ramadhan, zakat tersebut dinamakan zakat fitri<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Kita mesti punya niat yang tulus dari hati bahwa Ramadhan tahun ini mesti lebih baik, lebih berkualitas, lebih membaca Al-Qur`an, lebih banyak bersedakah, lebih aktif sholat tarawih berjamaah, lebih mampu menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan, lebih mampu menjaga lisan, dll. Untuk kesemua itu demi mempertahankan niat yang sudah kita bulatkan kita mesti memiliki ilmu tentang Ramadhan.<\/p>\n<p><strong>2). BERSIHKAN HATI DARI DOSA DAN KEMAKSIATAN<\/strong><\/p>\n<p>Taubat pada dasarnya adalah kewajiban semumur hidup. Akan tetapi karena akan (menyambut) kedatangan bulan yang agung dan barokah ini, maka lebih tepat lagi jika seseorang segera\u00a0 bertaubat dari dosa-dosanya yang diperbuat kepada Allah dan dari dosa-dosa mengambil hak-hak orang lain yang terzalimi.\u00a0 Agar ketika memasuki bulan yang barokah ini dia disibukkan melakukan ketaatan dan dapat beribadah dengan dada yang lapang dan hati yang tenang.<\/p>\n<p>Allah ta\u2019ala berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0648\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u0627\u064b \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cDan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung\u201d. (QS. An-Nur: 31).<\/p>\n<p>Dan dari Al-Aghar bin Yasar radhiallahu \u2019anhu dari Nabi sallallahu \u2019alaihi wa sallam, beliau bersabda: \u201cWahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat (kepada Allah) dalam sehari seratus kali\u201d.[2]<\/p>\n<p>Bila ada yang bertanya; mengapa mesti bertaubat untuk mempersiapkan ibadah? Jawabannya agar hati kita bersih saat beribadah, dan amal kita menjadi amalan yang dikerjakan beriring semangat. Karena banyaknya seseorang terganggu dan malas dalam amal sholih disebabkan karena dosa-dosanya sendiri.<\/p>\n<p>Syeikh Fudhail bin Iyadh pernah berkata: \u201cJika engkau tidak mampu menunaikan shalat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau sebenarnya sedang dalam keadaan terhalang, karena dosa-dosamu begitu banyak.\u201d<\/p>\n<p>Syeikh Ibrahim bin Adham pernah didatangi oleh seseorang untuk meminta nasehat agar ia bisa mengerjakan shalat malam. Beliau kemudian berkata kepadanya, \u201cJanganlah engkau bermaksiat kepada Allah Azza Wajalla di siang hari, niscaya Allah akan membangunkanmu untuk bermunajat dihadapan-Nya malam hari. Sebab munajatmu di hadapan-Nya di malam hari merupakan kemuliaan yang paling besar, sedangkan orang yang bermaksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan itu\u201d.<\/p>\n<p>Seseorang datang kepada Imam Ghazali untuk menanyakan kepada beliau mengenai sesuatu yang menyebabkannya tidak bisa bangun malam untuk mengerjakan shalat. Beliau menjawab, \u201cDosa dosamu telah membelenggumu\u201d.<\/p>\n<p>Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata, \u201cAku pernah terhalang (tidak bisa bangun) untuk mengerjakan shalat malam selama lima bulan disebabkan satu dosa yang telah aku lakukan\u201d.<\/p>\n<p>Ditanyakanlah kepada beliau, \u201cDosa apakah itu ? \u201cBeliau menjawab, \u201cAku melihat seorang laki-laki yang menangis, lalu aku katakan di dalam hatiku bahwa itu dilakukannya sebagai bentuk kepura-puraan saja\u201d.<\/p>\n<p>Salah seorang dari kalangan ulama mengatakan, \u2018Betapa sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan shalat malam. Betapa sering pandangan itu menghalangi seseorang dari membaca satu surat dari Al-Qur\u2019an. Sungguh seorang hamba itu akan menyantap satu makanan atau melakukan sesuatu perbuatan yang ternyata bisa menyebabkannya tidak mampu mengerjakan \u201cshalat malam\u201d selama satu tahun.\u201d<\/p>\n<p>Intinya, terhalangnya seseorang dari ibadah adalah karena terbelenggu oleh dosanya. Maka tanyakan kepada diri masing-masing saat terhalang dari puasa, saya dosa apa ya? Saat terhalang dari membaca al-qur\u2019an, saya dosa apa? Saat terhalang dari majelis ilmu, saya dosa apa ya? Bisa saja seseorang terhalang karena alasan syar`I, dan tidak sedikit yang alasan tersebut karena pintarnya syetan mengelabuhi.<\/p>\n<p><strong>3). MEMPERSIAPKAN ILMU<\/strong><\/p>\n<p>Ilmu itu mesti ada sebelum berbuat dan bertindak. Mu\u2019adz bin Jabal \u2013radhiyallahu \u2018anhu- mengatakan:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0627\u0644\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f \u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cIlmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu\u201d.[3]<\/p>\n<p>Belajar ilmu Ramadhan, atau ilmu tentang puasa Ramadhan, atau ilmu tentang shalat tarawih, atau ilmu tentang berbuka dan sahur, ilmu-ilmu ini mestinya sudah TAMAT kita pelajari sebelum Ramadhan kita mulai, kenapa? Karena agar kita tidak telat dan agar ibadah kita berjalan berdasarkan ilmu yakni dalil Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah.<\/p>\n<p>Jangan sampai belajar ilmu tentang Ramadhan ini dadakan, seandainya tahu-tempe maka bisa digoreng dadakan, tapi bila menyangkut tentang ilmu syar`I maka tidak bisa instant. Bila ada orang belajar instant tentang Ramadhan itu malah mengkhawatirkan. Kita ambil permisalan tukang ojeg misalnya, dia berani mencari penumpang di pangkalan ojeg tapi baru belajar naik motor menit itu juga, sambil bertanya-tanya tentang tata cara naik motor, cara membunyikannya, cara menarik gasnya, cara menginjak remnya, dll. Kira-kira tukang ojeg seperti ini siap apa belum untuk mengendarai motornya? Ada gak penumpang yang siap dibonceng oleh dia? Tentu akan mengkhawatirkan meskipun seandainya motornya bisa dia kendarai namun akan oleng dalam perjalanannya. Dan ia tetap dianggap belum siap meskipun menggunakan atribut seragam ojeg.<\/p>\n<p>Demikian pula orang yang memasuki bulan Ramadhan dengan balajar dadakan, meskipun ia memakai surban sepanjang 10 meter dengan atribut lainnya semisal tasbih dari biji kelapa tetap saja dia dianggap belum mempersiapkan diri bila tidak mengilmui tentang Ramadhan.<\/p>\n<p>Contoh ilmu-ilmu yang salah sebelum Ramadhan karena tidak mengikuti petunjuk Rasulullah adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Meminta maaf sebelum Ramadhan.<\/li>\n<li>Mandi besar sebelum Ramadhan.<\/li>\n<li>Ziarah khusus menjelang Ramadhan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ini hanya beberapa contoh saja, utamakan beribadah di atas sunnah nabi kita \u2013shallallahu`alaihi wa sallam- agar amalan kita diterima oleh Allah. Bila bukan dengan mengikuti Nabi kita dalam beribadah lalu ikut siapa?<\/p>\n<p>Mengapa kita seketat itu dalam keharusan berilmu dulu sebelum Ramadhan?<\/p>\n<p>Minimal ada dua alasan yang mesti kita ketahui tentang kenapa sih kita mesti berilmu sebelum Ramadhan???<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Karena banyak kaum muslimin yang puasanya hanya mendapat lapar dan dahaga.<\/strong> Secara dzohir mereka puasa, mereka tidak makan dan minum di siang hari, tapi tidak mendapat pahala, tidak mendapat balasan kecuali lapar dan dahaga. Bahasa lainnya adalah bahwa puasanya sia-sia. Rasulullah \u2013shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0631\u064f\u0628\u064e\u0651 \u0635\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064d \u062d\u064e\u0638\u064f\u0651\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062c\u064f\u0648\u0652\u0639\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0639\u064e\u0637\u064e\u0634\u064f<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cBetapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga\u201d.[4]<\/p>\n<p>Tahukah kita apa saja yang menyebabkan puasa kita sia-sia? Yuk kita cek!!<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Berkata Dusta (qouluz-zuur)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Berdusta itu bikin puasa tak berpahala, membuat puasa sia-sia, menjadikan puasa hanya lapar dan dahaga, membuat puasa sebatas pelepas tanggung jawab semata.<\/p>\n<p>Rasulullah -shallallahu \u2018alaihi wa sallam- bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0639\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0632\u064f\u0651\u0648\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0627\u062c\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0639\u064e \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cBarangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan\u201d.[5]<\/p>\n<p>Apa yang dimaksud dengan qauluz-zuur? Al-Imam As-Suyuthi mengatakan bahwa az-zuur adalah berkata dusta dan menfitnah (buhtan). Sedangkan mengamalkannya berarti melakukan perbuatan keji yang merupakan konsekuensinya yang telah Allah larang.[6]<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Berkata laghwu (perkataan sia-sia) dan rofats (kata-kata porno\/jorok)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Amalan kedua yang menyebabkan amalan puasa seseorang menjadi sia-sia adalah perkataan laghwu dan rofats.<\/p>\n<p>Rasulullah -shallallahu \u2018alaihi wa sallam- bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0635\u0650\u0651\u064a\u064e\u0627\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0623\u064e\u0643\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u0631\u064e\u0628\u0650 \u060c \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0650\u0651\u064a\u064e\u0627\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u063a\u0652\u0648\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u0641\u064e\u062b\u0650 \u060c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0628\u064e\u0651\u0643\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064f\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 : \u0625\u0650\u0646\u0650\u0651\u064a \u0635\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064c \u060c \u0625\u0650\u0646\u0650\u0651\u064a \u0635\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064c<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cPuasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, \u201cAku sedang puasa, aku sedang puasa\u201d.[7]<\/p>\n<p>Apa yang dimaksud dengan lagwu?, Al-Akhfasy mengatakan:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u063a\u0652\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645 \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0644 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0628\u064e\u0647\u0647<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cLaghwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah\u201d.[8]<\/p>\n<p>Lalu apa yang dimaksudkan dengan rofats? Ibnu Hajar mengatakan:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0648\u064e\u064a\u064f\u0637\u0652\u0644\u064e\u0642 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062a\u064e\u0651\u0639\u0652\u0631\u0650\u064a\u0636 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u062d\u0652\u0634 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cIstilah Rofats digunakan dalam pengertian \u2018kiasan untuk hubungan badan\u2019 dan semua perkataan keji\u201d.[9]<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Melakukan Berbagai Macam Maksiat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Puasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun hendaknya seorang yang berpuasa juga menjauhi perbuatan yang haram. Ibnu Rajab Al-Hambali menasehati dalam ucapan beliau berikut:<\/p>\n<p>\u201cKetahuilah, amalan taqorub (mendekatkan diri) pada Allah Ta\u2019ala dengan meninggalkan berbagai syahwat (yang sebenarnya mubah ketika di luar puasa seperti makan atau berhubungan badan dengan istri, pen) tidak akan sempurna hingga seseorang mau mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan perkara yang Dia larang yaitu dusta, perbuatan zholim, permusuhan di antara manusia dalam masalah darah, harta dan kehormatan\u201d.[10]<\/p>\n<p>Jabir bin \u2018Abdillah juga menyampaikan nasehat yang sangat bagus :<\/p>\n<p>\u201cSeandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan antara hari puasamu dan hari tidak berpuasamu itu sama saja\u201d.[11]<\/p>\n<p><strong>YANG KEDUA, Mengapa kita seketat itu dalam keharusan berilmu dulu sebelum Ramadhan?<\/strong><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Banyak orang-orang yang ketika memasuki bulan Ramadhan, bukannya mendapat taqwa namun malah mendapat celaka, ramadhan menjadi boomerang baginya.<\/strong> Kenapa?? Ya, karena tidak berilmu tentang Ramadhan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ramadhan adalah tamu yang bukan sembarang tamu, kedatangannya bukan membawa oleh-oleh makanan atau minuman, namun kehadirannya bahkan selalu diiringi dengan ampunan dan taqwa.<\/p>\n<p>Rasulullah \u2013shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0648\u064e\u0631\u064e\u063a\u0650\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cSUNGGUH SANGAT TERHINA, SANGAT CELAKA\u201d.<\/p>\n<p>Coba perhatikan sabda nabi tersebut, nabi mengatakan SUNGGUH SANGAT CELAKA. Kira-kira kesalahan apa yang diperbuat orang tersebut sampai-sampai Nabi mendoakan celaka. Padahal Nabi pernah dihina, dicaci, dituduh tukang sihir, dianggap orang gila, dilempari batu hingga berdarah saat terusir dari daerah Thaif, dilumuri dengan kotoran saat sujud di didi Ka`bah, bahkan dipecahkan gigi beliau saat perang uhud, namun Nabi tak mendoakan CELAKA untuk mereka. Giliran ini, ada sabda Nabi yang isinya adalah sambutan dan vonis kecelakaan, ada apa gerangan? Apa kesalahannya?<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0648\u064e\u0631\u064e\u063a\u0650\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064f \u062b\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0627\u0646\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e\u062e\u064e \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cSungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya bulan Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu namun dirinya belum diampuni (dosa-dosanya)\u201d.[12]<\/p>\n<p><strong>4). GEMBIRA DENGAN SEMAKIN DEKATNYA KEDATANGAN BULAN YANG AGUNG INI.<\/strong><\/p>\n<p>Sesungguhnya mendapatkan bulan Ramadan termasuk nikmat Allah yang agung bagi seorang hamba yang muslim. Karena bulan Ramadan termasuk musim kebaikan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Nabi \u2013shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064f \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064c \u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064c \u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0651\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0647\u064f , \u062a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 , \u0648\u064e\u062a\u064f\u063a\u0652\u0644\u064e\u0642\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650 , \u0648\u064e\u062a\u064f\u063a\u064e\u0644\u0651\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u0650 , \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064c \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064d,\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064f\u0631\u0650\u0645\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062d\u064f\u0631\u0650\u0645\u064e<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cTELAH DATANG RAMADHAN KEPADA KALIAN, bulan penuh berkah, Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa padanya, di dalamnya dibukakan pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu pemimpin setan, dan di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang diharamkan dari kebaikannya maka sungguh dia telah-benar-benar diharamkan dari kebaikan\u201d.[13]<\/p>\n<p>Rasulullah sangat bergembira bila menjelang datangnya bulan Ramadhan, sampai beliau bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0635\u064f\u0641\u0651\u0650\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064f \u060c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u060c \u0648\u064e\u063a\u064f\u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u060c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0628\u064c \u060c \u0648\u064e\u0641\u064f\u062a\u0651\u0650\u062d\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u060c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0644\u064e\u0642\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0628\u064c \u060c \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u064d : \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u063a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0644\u0652 \u060c \u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u063a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0635\u0650\u0631\u0652 \u060c \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u060c \u0648\u064e\u0630\u064e\u0644\u0643\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cApabila malam pertama bulan Ramadhan tiba, maka syetan-syetan dan pembesar Jin dibelenggu, pintu-pintu Neraka ditutup sehingga tidak ada satupun pintu Neraka yang terbuka. Dan pintu-pintu Surga dibuka sehingga tidak satupun pintu Surga yang ditutup. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil: \u201cWahai pencari kebaikan, sambutlah!!!! Wahai pencari kejelakan kurangilah!!! Dan Allah membebaskan orang-orang dari api Neraka pada setiap Malam (Ramadhan)\u201d.[14]<\/p>\n<p>Kalimat \u201cWahai pencari kebaikan, sambutlah!!!! Ini menunjukkan bahwa mestinya seorang muslim bergembira dan menyambut datangnya Ramadhan dengan suka cita.<\/p>\n<p>Jangan sampai kita menjadi salah satu dari orang yang ketika datang bulan Ramadhan bukannya bergembira namun malah merasa sempit di dada, merasa akan terpenjara,mungkinkah ia syetan dari jenis manusia yang bila datang Ramadhan jiwanya terpenjara dan merasa sempit, merasa tak bisa leluasa dalam makan dan minum. Syetan-syetan dari jenis manusia seperti itu memang ada, sebagaimana ketika adzan berkumandang mestinya syetan yang lari menjauh, namun ternyata ada juga manusia yang lari menjauh dengan cara menutup telinga atau membuat sesuatu yang gaduh atau mengerjakan seseuatu yang menjadi sebab tak memperhatikan adzan. Kita berlindung kepada Allah dari sifat-sifat syetan.<\/p>\n<p>Pada hakikatnya, perintah berpuasa dengan menahan makan dan minum dari sejak terbit fajar yakni waktu shubuh sampai terbenam matahari serta meninggalkan hal-hal yang bisa membatalkan puasa dengan niat ibadah untuk Allah adalah sebuah amalan yang sangat penting.<\/p>\n<p>Dengan Ramadhan seakan Allah mengajari kita bahwa dalam hidup ini mesti wajib punya REM. Dalam 12 bulan, Allah buatkan kita peraturan ngeREM sebulan dalam masalah makanan dan minuman serta hal-hal lain seputar puasa.<\/p>\n<p>Dan REM ini jangan pernah dianggap remeh, bahkan bila seseorang inginn selamat dan bahagia mesti wajib punya REM, tidak boleh dalam hidup ini GAS terus, karena bukannya selamat malah tidak akan sampai tujuan.<\/p>\n<p>Coba bayangkan!!! Sejenak saja!!! Ada orang jual mobil ke kita dan kita bayar tunai, setelah terjadi akad jual beli ternyata mobil tersebut tidak ada REMnya, kira-kira kita takjub dan bangga dengan mobil yang kita beli atau bahkan komplain??? Benar, complain karena gak akan dianggap mobilnya yang baik kalo hanya ada GAS tanpa REM.<\/p>\n<p>Dan mobil yang tanpa REM ini seandainya kita manfaatkan untuk sebuah perjalanan dari OGOANSAM \u2013 KOTARAYA dengan kecepatan 120 KM\/JAM dibanding motor yang ada REMnya dengan kecepatan 60 KM\/JAM kira-kira lebih dulu yang mana yang akan sampai mengantarkan pengendaranya?? Jawabannya tentu \u2013in syaa\u2019allah- motor, karena si mobil udah nyangkut di jurang pangas sana.<\/p>\n<p>INGIN SURGA TAPI TANPA REM? MIMPI. Ingin surga namun terus menerjang dosa, menerjang aturan, menerjang kemaksiatan, menerjang larangan, tidak mau diatur oleh Allah dengan batasan-batasan syari`at, tidak seperti itu cara sampai pada tujuan, kawan.<\/p>\n<p>Kita kalo naik motor atau mobil tanpa REM itu mestinya senang apa panic?? Iya mestinya panic bukannya malah asyik, aneh ketika seseorang dalam keadaan bahaya namun malah jingkrak gembira.<\/p>\n<p>Jadi, yang keempat adalah bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, sebagaimana kita bergembira ketika hampir nabrak jurang lalu ternyata REM kita masih berfungsi dengan baik.<\/p>\n<p><strong>5). MENYELESAIKAN TANGGUNGAN (QADHA) KEWAJIBAN PUASA.<\/strong><\/p>\n<p>Dari Abu Salamah, dia berkata, saya mendengar \u2018Aisyah radhiallahu \u2019anha berkata: \u201cAku memiliki kewajiban berpuasa dari bulan Ramadan lalu, dan aku baru dapat mengqadanya pada bulan Sya\u2019ban\u2019.[15]<\/p>\n<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: \u201cDari keseriusan beliau (mengqadha) pada bulan Sya\u2019ban disimpulkan bahwa hal itu menunjukkan tidak diperkenankan mengakhirkan qadha sampai memasuki bulan Ramadan berikutnya.\u201d[16]<\/p>\n<p><strong>6). BERDOA AGAR BERTEMU DENGAN RAMADHAN DAN DIMUDAHKAN MELAKUKAN KETAATAN DI DALAMNYA<\/strong><\/p>\n<p>Diriwayatkan dari sebagian (ulama) salaf, bahwa mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan ramadan, kemudian mereka berdoa lagi lima bulan setelahnya semoga amalnya diterima. Seorang muslim hendaknya berdoa kepada tuhannya agar mendapatkan bulan ramadhan dalam keadaan baik,\u00a0 dari sisi agama maupun fisik, juga hendaknya dia berdoa semoga dibantu dalam mentaati-nya serta berdoa semoga amalnya diterima.<\/p>\n<p>Berdoa kepada Allah adalah sebuah bukti bahwa seseorang menggantungkan urusannya kepada Allah. Kita ini diajari untuk bergantung hanya kepada Allah saja, jangan bergantung dengan pengalaman, mentang-mentang sudah pernah ketemu Ramadhan 30 kali \u2013misalnya-, ketika ditanya: pak gak persiapan Ramadhan? Maaf dah senior, jawabnya.<\/p>\n<p>Jangan mengandalkan pengalaman! Kita ini makhluk yang sangat lemah, bila bukan karena bantuan dari Allah maka sungguh tidak ada suatu ibadah yang mampu kita kerjakan dengan mudah. Rasulullah sampai berdo`a:<\/p>\n<p>Dari Anas bin Malik, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda,<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u0627\u064e \u0633\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u0627\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0647\u0652\u0644\u0627\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u062d\u064e\u0632\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0633\u064e\u0647\u0652\u0644\u0627\u064b<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cYa Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan ketika engkau menjadikan suatu kesedihan (kesulitan), namun jika Engkau menghendaki\u00a0 pasti akan menjadi mudah\u201d.[17]<\/p>\n<p><strong>Faedah singkat dari do\u2019a di atas:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kemudahan hanya datang dari Allah. Sesuatu yang sangat sulit sekalipun bisa menjadi mudah jika Allah menghendaki untuk menjadi mudah.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Hendaklah hati selalu bergantung menyandarkan diri kepada Allah, bukan bergantung pada diri sendiri yang lemah dan sangat lemah ini.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Jika hati terlalu yakin atau terlalu PD (percaya diri) sehingga melupakan Allah Ta`ala, maka sungguh urusan tersebut bahkan akan semakin sulit.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Manusia punya kehendak. Namun kehendak tersebut bisa terealisasi dengan baik dan sempurna, jika Allah menghendakinya. Oleh karena itu, hati seharusnya bersandar kepada Allah saja, termasuk dalam hal keinginan mencapai target amalan mulia di bulan yang mulia.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Bergantunglah dengan kekuatan dari Allah dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Itulah sebabnya mengapa kita setiap pagi disuruh membaca:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u0651\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0652\u0645\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a\u0652\u062b\u064f\u060c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0652 \u0644\u0650\u064a\u0652 \u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u0650\u064a\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e \u062a\u064e\u0643\u0650\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a\u0652 \u0637\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cWahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan engkau serahkan (tanpa mendapat pertolongan dariMu) urusan tersebut kepadaku sekali pun sekejap mata\u201d.[18]<\/p>\n<p><strong>KESIMPULAN DAN NASEHAT PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p>Kesimpulannya silahkan disimpulkan sendiri! Adapun nasehat penutup:<\/p>\n<p>Saat ini kita berada di bulan sya`ban, sekitar 18 hari lagi menuju Ramadhan. Rasulullah \u2013shallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>\u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0634\u064e\u0629\u064e \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 : \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u064a\u064e\u0635\u064f\u0648\u0645\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0637\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0641\u0652\u0637\u0650\u0631\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u0627 \u064a\u064e\u0635\u064f\u0648\u0645\u064f \u060c \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e \u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064d \u0625\u0650\u0644\u0627 \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u060c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0639\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cDari \u2018Aisyah radhiallahu \u2019anha: \u201cRasulullah sallallahu \u2019alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan (mengira) dia tidak pernah berbuka. Dan (lain waktu) beliau tidak berpuasa sampai kami mengatakan (mengira) dia pernah berpuasa. Dan aku tidak melihat Rasulullah -sallallahu \u2019alaihi wa sallam- menyempurnakan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadan dan aku tidak melihat Rasulullah sallallahu \u2019alaihi wa sallam memperbanyak berpuasa selain di bulan Sya\u2019ban\u201d.[19]<\/p>\n<p>Dari Usamah bin Zaid -radhiallahu \u2019anhu-, dia berkata: \u201cSaya bertanya, Wahai Rasulullah saya tidak pernah melihat anda berpuasa di antara bulan-bulan yang ada seperti engkau berpuasa pada bulan Sya\u2019ban?\u201d (Beliau) bersabda: \u201cItu adalah bulan yang sering diabaikan orang, antara Rajab dan Ramadan. Yaitu bulan yang di dalamnya diangkat amal (seorang hamba) kepada Tuhan seluruh alam. Dan aku senang saat amalanku diangkat, aku dalam kondisi berpuasa\u201d.[20]<\/p>\n<p>Dalam hadits tersebut dijelaskan hikmah berpuasa pada bulan Sya\u2019ban, apa hikmahnya?? Di antaranya yaitu bulan diangkatnya amalan. Sebagian ulama menyebutkan hikmah lainnya, yaitu bahwa puasa (pada bulan Sya\u2019ban) kedudukannya seperti sholat sunnah qabliyah dalam shalat fardhu. Agar jiwa merasa siap dan bersemangat dalam menunaikan kewajiban. Demikianlah yang dikatakan terhadap puasa di bulan Sya\u2019ban sebelum Ramadan.<\/p>\n<p>Dari penjelasan tersebut nampaklah bahwasannya amalan-amalan bulan Ramadhan itu sudah mulai dikerjakan di bulan Sya\u2019ban. Hal itu diperkuat dengan amalan para ulama yang mempraktekkannya. Untuk apa semua itu? PEMANASAN, BIAR GAK KERAM, GAK KAGET, GAK GAMPANG DOWN.<\/p>\n<p>Persiapan dan pemanasan itu penting, hampir setiap jenis pertandingan dalam olah Raga, sebelum berjuang di lapangan pasti melakukan pemanasan, tidak ada atlit yang sebelum terjun ke lapangan itu disuruh tidur-tiduran dulu, meskipun sekedar pemain cadangan. Tujuan apa?? Bila seorang pemain langsung terjun ke lapangan tanpa pemanasan maka kakinya akan keram. Begitu juga kenapa banyak orang yang baru start awal bulan Rmadhan badannya sudah keram, lelah, malas, karena persiapannya dadakan. Kendaraan misalnya, sebelum digunakan kalo pagi diapakan dulu? dipanasi, dilakukan sebuah pemanasan, biar gak tiba-tiba mati mesin dii tengah jalan.<\/p>\n<p>Di bulan Rajab, para salaf shalih semakin memfokuskan diri untuk membaca Al Qur`an meski Ramadhan belum tiba, itu di bulan Rajab, nah ini kita sekarang di bulan apa? Sudah di bulan Sya`ban.<\/p>\n<p>Amru bin Qais Al-Mula\u2019i jika telah memasuki bulan Sya\u2019ban, maka ia menutup kedainya, (tokonya, mallnya, pasarnya) dan menyibukkan diri dengan membaca Al Qur`an. (Latha`if Al Ma\u2019arif, hal. 258).<\/p>\n<p>Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasannya umat Islam di masa beliau jika memasuki bulan Sya\u2019ban, maka mereka sibuk dengan mushaf-mushaf dan mereka membacanya, mereka juga mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka untuk memperkuat orang-orang yang lemah dan miskin dalam menghadapi puasa Ramadhan. (Latha`if Al Ma\u2019arif, hal. 258).<\/p>\n<p>Allahu A`lam.<\/p>\n<p>Segala puji untuk Allah yang dengan nikmat-Nya terselesaikan amal-amal shalih, tulisan ini adalah naskah kajian tematik di Masjid Al-Muhajirin desa Ogoansam Kec. Palasa Sulawesi Tengah pada hari Sabtu malam Ahad 12 Sya`ban 1439 H\/28 April 2018 M.<\/p>\n<p>|Kotaraya, Sulawesi Tengah. Sabtu \u00a012 Sya`ban 1439 H\/28 April 2018 M.<\/p>\n<p>\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<\/p>\n<p>[1] (Riwayat Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907).<\/p>\n<p>[2] (HR. Muslim, no. 2702).<\/p>\n<p>[3] (Al-Amru bil Ma\u2019ruf wan Nahyu \u2018anil Munkar, hal. 15).<\/p>\n<p>[4] (HR. Ath Thabraniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidaklah mengapa. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairihi \u2013yaitu shahih dilihat dari jalur lainnya).<\/p>\n<p>[5] (HR. Bukhari no. 1903).<\/p>\n<p>[6] (Syarh Sunan Ibnu Majah, 1\/121, Maktabah Syamilah).<\/p>\n<p>[7] (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targib wa At Tarhib no. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shahih).<\/p>\n<p>[8] (Fathul Bari [3\/346]).<\/p>\n<p>[9] (Fathul Bari [5\/157]).<\/p>\n<p>[10] (Latha\u2019if Al Ma\u2019arif, [1\/168], Asy Syamilah).<\/p>\n<p>[11] (Lihat Latha\u2019if Al Ma\u2019arif, [1\/168], Asy Syamilah).<\/p>\n<p>[12] (HR. At-Tirmidzi no. 3545, Dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi).<\/p>\n<p>[13] (Riwayat An-Nasa\u2019I no. 2106, Ahmad no. 8769, dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 999).<\/p>\n<p>[14] (Riwayat At-Tirmidzi no. 682, Ibnu Majah no. 1642, dan dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahiihul Jaami` no. 759, dari sahabat Abu Hurairah -radhiallahu \u2019anhu-).<\/p>\n<p>[15] (HR. Bukhari, no. 1849, dan Muslim, no. 1146).<\/p>\n<p>[16] (Fathul Bari, 4\/191).<\/p>\n<p>[17] Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (3\/255). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi \u2018Umar, Ibnus Suni dalam \u2018Amal Yaum wal Lailah. (Lihat Jaami\u2019ul Ahadits, 6\/257, Asy Syamilah).<\/p>\n<p>[18] (Diriwayatkan oleh Al-Hakim, dinyatakan shahih oleh beliau dan disetujui oleh Adz-Dzahabi I\/545. Lihat Shahih At-Targhib Wat-Tarhib I\/273).<\/p>\n<p>[19] (HR. Bukhari, no. 1868, Muslim, no 1156).<\/p>\n<p>[20] (HR. Nasa\u2019i, no. 2357, dinyatakan\u00a0 hasan oleh Al-Albany dalam shahih Nasa\u2019i).<\/p>\n<p><strong>Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.<br \/>\n<\/strong><strong>REKENING DONASI:\u00a0BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535\u00a0a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP\/WA 085291926000<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>6 HAL YANG SERING DILUPAKAN MENJELANG RAMADHAN Apa sih yang terbenak dalam benak kita setiap terdengar atau terbaca kata ramadhan? Ramadhan, waktu yang selalu datang setiap tahunnya, pasti datang, entah kita sudah hidup, masih hidup, atau sudah mati. Ia bagian dari pergantian bulan yang Allah kehendaki. Ramadhan selalu identik dengan puasa, dengan membaca Al-qur\u2019an, dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[103,102],"class_list":["post-1630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasehat","tag-persiapan-ramadhan","tag-ramadhan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1630"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1633,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1630\/revisions\/1633"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}