{"id":1672,"date":"2026-05-19T16:51:15","date_gmt":"2026-05-19T08:51:15","guid":{"rendered":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/?p=1672"},"modified":"2026-05-19T16:52:06","modified_gmt":"2026-05-19T08:52:06","slug":"berapa-kali-rasulullah-berqurban-selama-hidup-beliau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/2026\/05\/19\/berapa-kali-rasulullah-berqurban-selama-hidup-beliau\/","title":{"rendered":"BERAPA KALI RASULULLAH BERQURBAN SELAMA HIDUP BELIAU?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pertanyaan:<\/strong><\/p>\n<p>Berapa kali Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam melakukan kurban?<\/p>\n<p><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n<p>Alhamdulillah. Imam Ahmad (4955) dan Tirmidzi (1507) meriwayatkan \u2014dan redaksi ini darinya\u2014 dari jalur H\u0331ajj\u0101j bin Ar\u1e6f\u0101h dari Nafi\u2019 dari Ibnu Umar yang berkata bahwa Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam tinggal di Madinah selama sepuluh tahun dan\u00a0<strong>selalu berkurban setiap tahun<\/strong>. Diriwayatkan oleh Ibnu Saad dalam a\u1e6f-\u1e6eabaq\u0101t (1\/191) bahwa Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam tinggal di Madinah selama sepuluh tahun dan tidak pernah melewatkan berkurban. Hadis ini dihasankan oleh Imam Tirmidzi.<\/p>\n<p>Hanya saja, ada kelemahan dalam sanadnya. H\u0331ajj\u0101j bin Ar\u1e6f\u0101h statusnya\u00a0<em>\u1e62ad\u016bq<\/em>\u00a0(jujur), tetapi dia\u00a0<em>Mudallis<\/em>\u00a0(Suka menyembunyikan cacat hadis). Al-\u02bfAjl\u012b berkata, \u201cOrang-orang mengritiknya karena\u00a0<em>Tadl\u012bs<\/em>.\u201d Abu Zur\u02bfah berkata, \u201c<em>\u1e62ad\u016bq<\/em>\u00a0tapi\u00a0<em>Mudallis<\/em>.\u201d Abu H\u0331\u0101tim berkata, \u201c<em>\u1e62ad\u016bq<\/em>\u00a0tapi melakukan\u00a0<em>Tadl\u012bs<\/em>\u00a0dari perawi-perawi lemah. Boleh ditulis hadis darinya. Adapun jika dia mengatakan, \u2018Mengabarkan kepada kami \u2026\u2019 maka hadisnya benar tanpa perlu diragukan kebenaran dan hafalannya, jika memang dia mendengar langsung.\u201d Ibnul Mubarak berkata, \u201cH\u0331ajj\u0101j itu\u00a0<em>Mudallis<\/em>.\u201d Ibnu \u02bfAdi mengatakan, \u201c\u2026 hanya saja dia dikritik oleh orang-orang karena melakukan\u00a0<em>Tadl\u012bs<\/em>\u00a0dari az-Zuhri dan lain-lain.\u201d Dia juga dideskripsikan sebagai\u00a0<em>Mudallis<\/em>\u00a0oleh Muhammad bin Na\u1e63r, Ismail al-Q\u0101\u1e0f\u012b, aS-S\u0101j\u012b, Ibnu Khuzaimah, al-Bazz\u0101r, dan lain-lain. Lihat Tahdz\u012bb at-Tahdz\u012bb, 2\/196-198.<\/p>\n<p>Hadis ini dilemahkan oleh al-Albani dalam kitab \u1e0ea\u02bf\u012bf at-Tirmidz\u012b dan juga oleh para\u00a0<em>Mu\u1e96aqqiq<\/em>\u00a0kitab Musnad. Meskipun demikian, bimbingan Nabi \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam menunjukkan bahwa beliau sangat antusias melakukan kurban, sampai-sampai beliau tetap berkurban ketika mendapati Idul Adha di tengah perjalanan. Imam Muslim (1975) meriwayatkan dari Tsauban bahwa Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam menyembelih hewan kurbannya lalu berkata, \u201cWahai Tsauban, masaklah daging ini,\u201d sampai-sampai aku terus memberi beliau daging itu sampai tiba di Madinah.<\/p>\n<p>An-Nawawi \u2014Semoga Allah Merahmatinya\u2014 berkata bahwa dalam hadis tersebut tersirat tetap disyariatkannya kurban bagi musafir, sama seperti orang yang mukim. Inilah mazhab kami dan menjadi pendapat mayoritas ulama.\u201d Selesai kutipan. Ini adalah bukti bahwa Nabi \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam sangat mengagungkan ibadah kurban. Secara logika, tentu beliau \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam lebih mengagungkannya dan lebih antusias saat tidak safar.<\/p>\n<p>Ibnu Majah (3123) meriwayatkan dari Abu Hurairah \u2014Semoga Allah Meridainya\u2014 bahwa Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam bersabda, \u201cBarang siapa mempunyai kelapangan tapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekatkan tempat salat kami.\u201d Hadis ini dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah. Abu Daud (2788) meriwayatkan dari Mikhnaf bin Sulaim \u2014Semoga Allah Meridainya\u2014 bahwa Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam bersabda, \u201cWahai manusia, setiap keluarga harus berkurban setiap tahun.\u201d Hadis ini dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih Abu Daud. Lihat jawaban pertanyaan nomor 36432.<\/p>\n<p>Banyak ulama menyatakan dengan tegas bahwa beliau \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam berkurban setiap tahun. Syekh Bin Baz \u2014Semoga Allah Merahmatinya\u2014 berkata bahwa beliau \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam berkurban setiap tahun dengan dua ekor domba jantan bertanduk berwarna putih hitam; satu atas namanya dan keluarganya, dan yang kedua atas nama semua umatnya yang mengesakan Allah.\u201d (Majm\u016b\u02bf Fat\u0101w\u0101 Ibni B\u0101z, 18\/38)<\/p>\n<p>Syekh Ibnu Utsaimin \u2014Semoga Allah Merahmatinya\u2014 berkata bahwa yang disyariatkan bagi orang yang haji adalah Hadyu, bukan kurban. Inilah sebabnya mengapa Nabi \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam tidak berkurban saat haji\u00a0<em>Wad\u0101\u02bf<\/em>\u00a0tetapi menyembelih seratus unta sebagai Hadyu, yang enam puluh tiga ekor di antaranya beliau sembelih dengan tangannya sendiri, dan sisanya diserahkan kepada Ali \u2014Semoga Allah Meridainya\u2014 sembari berkata, \u201cSembelihlah!\u201d Sementara beliau tidak berkurban. Selesai kutipan dari Majm\u016b\u02bf Fat\u0101w\u0101 Ibni Utsaimin (25\/42).<\/p>\n<p>Jika itu benar, maka Nabi \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam berkurban sembilan kali. Jabir \u2014Semoga Allah Meridainya\u2014 berkata bahwa Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam menetap selama sembilan tahun tanpa menunaikan ibadah haji, dan kemudian beliau mengumumkan kepada orang-orang pada tahun kesepuluh bahwa Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam akan menunaikan ibadah haji.\u201d (HR. Muslim no. 1218)<\/p>\n<p>Jadi, beliau menetap selama sembilan tahun dan selalu berkurban setiap tahunnya, kemudian berhaji pada tahun kesepuluh lalu menyembelih hadyu, bukan kurban. Jadi, hadis Ibnu Umar\u2014jika memang sahih\u2014dimaknai bahwa beliau selalu berkurban setiap tahunnya kecuali kecuali tahun di mana beliau berhaji. Allah Yang lebih Mengetahui.<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0<a href=\"https:\/\/islamqa.info\/ar\/answers\/200562\/%D9%83%D9%85-%D9%85%D8%B1%D8%A9-%D8%B6%D8%AD%D9%89-%D8%B1%D8%B3%D9%88%D9%84-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87-%D8%B5%D9%84%D9%89-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87-%D8%B9%D9%84%D9%8A%D9%87-%D9%88%D8%B3%D9%84%D9%85\">https:\/\/islamqa.info\/ar\/answers\/200562\/\u0643\u0645-\u0645\u0631\u0629-\u0636\u062d\u0649-\u0631\u0633\u0648\u0644-\u0627\u0644\u0644\u0647-\u0635\u0644\u0649-\u0627\u0644\u0644\u0647-\u0639\u0644\u064a\u0647-\u0648\u0633\u0644\u0645<\/a><\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/konsultasisyariah.com\/42727-berapa-kali-rasulullah-berkurban-selama-hidupnya.html\">https:\/\/konsultasisyariah.com\/42727-berapa-kali-rasulullah-berkurban-selama-hidupnya.html<\/a><\/p>\n<p><strong>Silahkan Dukung Dakwah Pesantren Minhajussunnah Al-Islamiy Desa Kotaraya Sulawesi Tengah Dengan Menjadi DONATUR.<br \/>\n<\/strong><strong>REKENING DONASI:\u00a0BRI. KCP. KOTARAYA 1076-0100-2269-535\u00a0a.n. PONPES MINHAJUSSUNNAH KOTARAYA, Konfirmasi ke nomer HP\/WA 085291926000<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan: Berapa kali Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam melakukan kurban? Jawaban: Alhamdulillah. Imam Ahmad (4955) dan Tirmidzi (1507) meriwayatkan \u2014dan redaksi ini darinya\u2014 dari jalur H\u0331ajj\u0101j bin Ar\u1e6f\u0101h dari Nafi\u2019 dari Ibnu Umar yang berkata bahwa Rasulullah \u1e62allall\u0101hu \u02bfAlaihi wa Sallam tinggal di Madinah selama sepuluh tahun dan\u00a0selalu berkurban setiap tahun. Diriwayatkan oleh Ibnu Saad [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1673,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[67],"tags":[63],"class_list":["post-1672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tanya-jawab","tag-qurban"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1672"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1674,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1672\/revisions\/1674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minhajussunnah.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}